HNSI Jabar & Pemkab Bandung Jalankan Pasar Ikan Higienis, Pebisnis LN Dilibatkan

IMG_20181008_232956

Meeting HNSI Jabar dengan Pengusaha Singapura dan Malaysia di Jl Gatot Subroto 197 A Kota Bandung, Senin, 8 Oktober 2018

JAYANTARANEWS.COM, Jawa Barat

IMG_20180628_215930

HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Jawa Barat di Sekretariatnya Jl Gatot Subroto No 197 A Bandung, mengumumkan progres rintisannya (8/10/2018). Katanya, ini demi memajukan sekitar 500 ribu nelayan tangkap dan budi daya, salah satu caranya segera membangun Pasar Ikan Higienis (PIH) di daerah Cingcin, Soreang Kabupaten Bandung. Menurutnya, PIH ini dapat dianggap sebagai pasar tetap atau solusi bagi para nelayan. Di PIH harga jual ikan relatif stabil, begitu pun keberlangsungannya lebih terjamin, karena konsumen lebih terjamin kehandalannya.

” Sudah cukup lama, PIH ini digagas bersama Bupati Bandung. Masalahnya, untuk menghidupkannya perlu modal cukup besar. Pengusaha dalam negeri, rupanya belum begitu berani. Yang ini pebisnis dari Singapura dan Malaysia, dengan hitungan cermat, didampingi Puskoneli (Pusat Koperasi Nelayan Indonesia), akhirnya berani maju,” jelas Nandang H Permana, Ketua HNSI Jabar yang didampingi sekretarisnya Chevi Epi Sutisna.

Indikator keseriusan dua kelompok usaha dari Negeri Jiran ini, pada hari Senin (8/10/2018), untuk kesekian kali kembali meninjau ke lapangan di daerah Cingcin.

” Harapannya, bila PIH ini terwujud, setidaknya pada Desember 2018 dengan berbagai soft openingnya, bisa selaras dengan program Gubernur Jabar yang baru, yakni Jabar Juara atau Nelayan Juara. Semoga model PIH ini akan berkembang di pelosok Jabar lainnya,” ujar Nandang yang dalam 3 tahun terakhir telah merintis pemberdayaan nelayan ‘andon’ asal Jabar, membuat MoU dengan beberapa Kepala Daerah di berbagai provinsi.

” Hasil tangkapan ikan di provinsi lain terutama di Papua dan Maluku, bila PIH sudah terwujud, bisa memperkaya kuantitas dan kualitas ikan di Jabar. Sekaligus, harga jualnya yang relatif memadai di Pulau Jawa bisa memperkuat perekonomian kita, membantu kelancaran ekonomi warga penghasil ikan di Indonesia Timur. Ini salah satu prinsip fair trade di perikanan diaplikasikan, selain diekspor,” lagi kata Nandang.

Lebih jauh, menurut Nandang masih dalam suasana gembira, keberadaan PIH nantinya, bukan sekedar pasar ikan biasa.

” Di PIH nantinya, komplek ini akan dilengkapi dengan pusat edukasi perikanan dan kelautan yang menarik bagi generasi muda, utamanya. Lainnya, ada restoran yang memenuhi syarat untuk mengolah aneka kuliner berbasis ikan. Doakan juga, segera terwujud PIH di seluruh pelosok Jabar,” tutup Nandang yang terobsesi meningkatkan daya konsumsi ikan per capita di Jabar – ” Sekarang masih 37 Kg per capita, dua tahun lagi harus ada peningkatan. Yakin melalui sebaran PIH akan ada perubahan nyata. (HS/MG)