PT YOOSUNG Cikancung Cemari Areal Sawah, DLH Tanpa TARING!

IMG-20181015-WA0215

JAYANTARANEWS.COM, Bandung

IMG_20180628_215930

PT Yoosung, perusahaan yang bergerak dibidang textile dan berlokasi di Jalan Raya Majalaya Cicalengka Kilometer 5, diduga tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL).

Selain itu juga, PT Yoosung Indonesia belum mempunyai izin dalam pengolahan limbah cair. Namun anehnya, perusahan tersebut bisa membuang limbah sembarangan, walau pun DLH sudah mengetahuinya, bahwa perusahaan tersebut telah membuang limbah sembarangan, dan DLH hanya bisa berdiam diri tanpa ada tindakan apapun.

Dilihat dari limbah yang dibuang secara langsung ke areal sawah yang berada disekitar PT Yoosung, ternyata berwarna putih seperti susu dan terasa gatal – gatal pada kulit bila tersentuh.

Warga sekitar pun sudah merasa jenuh dengan perbuatan PT Yoosung yang selalu membuang limbah sembarangan tanpa diproses terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana diungkapkan salah seorang warga sekitar, Dadang (50). ” Memang betul Pak, itu limbah pabrik PT Yoosung, emang sengaja oleh pabrik itu dibuang ke areal sawah ini, saya pun kalau ngarit rumput di sini sering mengalami gatal – gatal kulit, makanya saya ngaritnya pakai sepatu boot, biar tidak merasa gatal. Lihat saja, sekarang itu warna airnya putih. Jangan dikira, gatalnya minta ampun Pak,” ungkapnya.

IMG-20181015-WA0214

Limbah berwarna putih mirip warna susu yang dibuang sembarangan oleh PT Yoosung itu, seakan adanya pembiaran dari pihak terkait, karena sangat jelas sekali, bahwa limbah PT Yoosung mengalir ke areal persawahan.

Saat dimintai keterangan, HRD PT Yoosung Heni mengatakan. ” Saya mengakui, karena selama ini saya belum ada perbaikan IPAL, dan berdasarkan undang – undang sekarang, PT tempat saya bekerja diwajibkan mempunyai IPAL. Bukan DLH yang tidak kooperatif, DLH cukup kooperatif, namun saya butuh waktu untuk membuat IPAL,” jelas Heni saat dihubungi via telepon.

Masih menurut Heni,” Sebetulnya itu sudah melalui bak penampungan, namun kebetulan bak penampungan limbahnya sedang dalam perbaikan, dan menurut saya limbah itu tidak berbahaya, dan dalam batas kewajaran,” ungkap HRD PT Yoosung itu.

Hal ini sangat tidak sesuai sekali dengan apa yang terjadi di lapangan, yang ternyata banyak masyarakat yang mengalami gatal – gatal, dampak dari limbah tersebut. Namun DLH selaku dinas terkait terkesan adanya pembiaran dan tidak ada usaha untuk mencegah dan menindak PT Yoosung yang membuang limbah sembarangan dan tidak mendukung Program Citarum Harum. (Asep BOM)