Serangan Kelompok Bersenjata Ke Posko Tani Rampah Sergai, Diduga Dikomandoi Oknum Brimob

IMG-20181004-WA0135

JAYANTARANEWS.COM, SERGAI

IMG_20180628_215930

Kasi Intel Mako Brimob Sumut Kompol Mariyono dan Personel Turun ke TKP, pasca penyerangan Kelompok Bershabo menggunakan “laras panjang” di Dusun III Blok X Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, Rabu (3/10/2018).

Adapun, kedatangan Tim tersebut karena adanya laporan Kelompok Tani Rampah teradap serangan kelompok ratusan orang “bershabo” yang menggunakan laras panjang pada Kamis malam, (27/9/2018), yang diduga dikomandoi Brimob.

Para korban yang menyaksikan dan mengalami penyiksaan serta dirampok memberikan keterangan, setelah pada Selasa (2/10) memberikan keterangan di Mako Brimob Sumut.

Kompol Mariyono ingin menegaskan dalam mencari kebenaran adanya 2 (dua) orang Personel Brimob yang ditugaskan membantu pengamanan asset kebon PT SL, bukan menakut – nakuti rakyat petani, bukan merampas dan menjarah, serta merusak dan mencabuti apa yang ada di lahan petani, yang pada intinya tidak mencampuri masalah lahan perkebunan, tegas Mariyono.

Para korban dan saksi membeberkan kisah mereka dari detik – detik datangnya “penyergapan” ke Rumah/Posko, diantara 2 (dua) orang saksi dari 5 (lima) orang yang disandera serta mendapat siksaan, yakni : Op.Silalahi (65) Op.Juntak (52) keretanya dirusak, yang mengalami penyiksaan berat Ar (54) dan G (45) mengatakan dan menyebut nama seorang centeng kebon yang melakukan penyiksaan dan mengambil uang di kantong sebesar 55 ribu, serta kereta verza merah dirusak di depan diri mereka.

Sedangkan Bj (40), mengenal dari suara dan postur tubuh karena malam gelap dan memakai shabo. Disaat memberi komando, diduga AR Menager PT SL dan menyuruh pulang setelah disiksa, kereta dihancurkan dan uang dikantong 950 ribu dikuras.

Pada saat penyerangan disertai letusan senjata berkali – kali, menyuruh dan mengusir para petani rampah, yang masih sempat melarikan diri, diantaranya: Ikram Sinaga (21), J Tarigan (55), Fadly Pohan (25), B Silalahi (52) dan Ar (65). Mereka sempat melarikan diri dikegelapan malam dan terus dikejar orang bersenjata sambil mengeluarkan letusan beberapa kali.

Akhir mendengar penjelasan para saksi – saksi, Kasi Intel dan Tim kembali ke PT SL menemui Manager yang sebelumnya sudah ke PT SL, yang ketemu dengan Tata Usaha. (Tim JN)