Loading...

Ulah Oknum Bocorkan Informasi, Jelas Limbah Bahaya, Namun Bersih Saat Disidak

IMG-20181003-WA0251

JAYANTARANEWS.COM, Kab Bandung

IMG_20180628_215930

Ada sebuah teka teki di Kawasan Asia Agung, yang berlokasi di Jalan Raya Ranca’ekek, Km 24.15 No 292 Desa Linggar, Kabupaten Bandung. Dimana, dalam Kawasan ini ada beberapa pabrik textile, yang salah satunya diduga kuat “penyumbang limbah” ke aliran sungai yang melintasi warga. Anehnya, saat diperiksa, selalu aman.

Menurut warga sekitar, bahwa pabrik ini pintar, dan seolah – olah tahu bila mau diperiksa, dan sepertinya licin. Saat diperiksa bagus, namun sudah beres diperiksa hitam dan bau. Jelas saja selaku warga mencium, karena air ini dipakai untuk mengairi sawah, bila bau dan kotor bagaimana mungkin, ujarnya.

IMG_20181003_191954

Keterangan salah seorang warga Kp Cikijing RT 01 RW 06 Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Yudi (56), menuturkan.  ” Limbah yang mengalir ke Sungai Cimande dari beberapa perusahaan yang ada di wilayah Asia Agung, Budi Agung, Sanotex dll. Salah satunya dari perusahaan yang ada di kawasan Asia Agung, yakni PT Beronica produksi pencelupan kain, yang limbahnya mengalir melalui “solokan siluman” ke Sungai Cimande. Limbah tersebut berwarna hitam dan bau sangat menyengat, sehingga menimbulkan penyakit gangguan pernapasan, seperti batuk. Selain itu, air limbah yang mengalir di Sungai Cimande ini terserap oleh air sumur atau pompa air warga terdekat dengan Sungai Cimande yang menimbulkan gatal,” ucapnya.

Sementara, beberapa Warga Kp Ceureume RT 03 RW 06 yang tidak mau disebutkan namanya mengtakan, bahwa setiap hari ada yang kontrol dari Babinsa, ke Sungai Cimande, hingga ke pihak perusahaan. Namun entah kenapa, tidak ada perubahan.

IMG-20181003-WA0249

Soalnya, imbuh warga, setiap ada yang mau kontrol, sepertinya sudah ada yang membocorkan ke pihak perusahaan. Sebab setiap ada yang kontrol, air limbah tidak hitam seperti ini,” ungkapnya.

Kadus RW 06 Iyos membenarkan, bahwa adanya dugaan kongkalikong pihak terkait dengan perusahaan, karena setiap ada yang kontrol air, nantinya keluar agak bening, namun setelah ngga ada yang kontrol, air limbah dari perusahaan kawasan Asia Agung berwarna hitam dan bau menyengat,” katanya.

” Harapan kami, selaku warga yang terdekat tidak banyak tuntutan. Hanya meminta kepada perusahaan dan pihak terkait untuk memberi imbauan kepada pihak perusahaan agar limbah yang berbahaya dari perusahaan supaya ditampung dulu dengan memakai IPAL. Artinya, tidak langsung dibuang ke sungai, supaya air yang mengalir ke Sungai Cimande dapat digunakan oleh warga, yah minimal untuk dimanfaatkan pengairan sawah. Karena sementara ini, air Sungai Cimande penuh dengan racun kimia, gimana mau dipakai,” imbuhnya.

(Hdr/Jfr pwoi)