Dandim 1628/Sumbawa Barat: Karapan Kerbau Kearifan Lokal Yang Harus Dipertahankan

IMG_20181112_125626

JAYANTARANEWS.COM, Sumbawa Barat

IMG_20180628_215930

Sepasang kerbau karapan yang diberi nama Gegana asal Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, berhasil keluar sebagai juara event Barapan Kebo 2018, dalam rangka Harlah KSB ke-15, Ahad (11/11/18).

Atas keberhasilannya itu, sepasang kerbau berwarna hitam dan merah itu berhasil menggondol satu unit sepeda motor merk Honda Revo Fit di kelas spesial engine yang tergabung dari kelas dewasa atau kelas satu, kelas tunas atau kelas dua, harapan atau kelas tiga dan kelas O atau kelas empat.

Sedangkan juara di kelas TK A, TK B, Formula dan Cilik dipegang oleh Barak Merah asal Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Pada lari istimewa atau final, kedua juara pasang kerbau tersebut tampil dengan kekuatan prima. Barak merah mencatat rekor waktu tercepat 10.25 di kelasnya, sedangkan Gegana dengan kecepatan 09.35.

Lepas dari jawara, event budaya itu juga disaksikan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir HW Musyafirin, MM yang juga Ketua Umum Organisasi Barapan Kebo KSB, Ketua Harian Komunitas Barapan Kebo Kabupaten Sumbawa H Habil Hayyus, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim 1628 KSB dan sejumlah Kepala SKPD.

Dandim 1628/KSB Letkol Czi Edy Oswornto tampak akrab dengan peserta, baik dari Sumbawa Barat maupun Sumbawa Besar.

Dandim, saat diwawancarai terkait event Karapan Kerbau mengatakan, bahwa Kodim 1628/KSB serta jajaran mendukung penuh dalam melestarikan budaya Karapan Kerbau. Seperti kita ketahui, tahun 2018 ini, Pemkab Sumbawa Barat menetapkan arena sebagai sirkuit Barapan Kebo yang terletak di Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang.

Tidak sampai di situ saja, pihaknya berjanji akan turut membantu setiap penyelenggaraan kegiatan apa saja di tengah masyarakat yang positif apa lagi menjadi budaya daerah, karena dizaman milenia seperti sekarang ini, banyak budaya khas daerah terlupakan, generasi muda digiurkan dengan budaya luar yang belum tentu cocok dengan lingkungan kita, bahkan cenderung bertolak belakang.

” Untuk itu, selama kearifan lokal setempat positif, kita harus dukung untuk tetap dilestarikan,” ujarnya.

Pantauan media, orang nomor satu di jajaran Kodim 1628/KSB, sangat perhatian terhadap budaya di Tanah Pariri Lema Bariri itu terbukti, selain event Karapan Kerbau, setiap ada pertunjukan seni budaya, Dandim 1628/KSB selalu hadir menyaksikan suguhan seni budaya adat istiadat di Sumbawa Barat khususnya.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1628/KSB mengapresiasi Pemda KSB khususnya Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat yang sangat serius memelihara adat istiadat serta seni budaya bersama komponen masyarakat lainnya. Hal ini menjadi salah satu modal untuk maju, namun tetap selalu mempertahankan kearifan lokal, sehingga tatanan yang ada di tengah masyarakat tidak tergeser oleh pengaruh negatif dari perkembangan zaman, tegasnya.

“ Mari kita pelihara khasanah budaya Tau Samawa (orang Tanah Sumbawa), karena ada nilai kearifan lokal. Jalin silaturahmi serta hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, karena sebelum acara dan sesudah acara wajib diawali dengan ritual keagamaan agar diberikan kelancaran dan keselamatan dalam melaksanakan setiap kegiatan, tutupnya. (Dhy JN)