Diduga Tak Berizin, Puluhan Warga Hentikan Pengerjaan Bangunan PT Budi Agung Rancaekek

IMG-20181103-WA0124

JAYANTARANEWS.COM, Bandung

IMG_20180628_215930

Sejumlah warga Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mendatangi pengerjaan pengembangan bangunan PT Budi Agung, Sabtu (03/11/2018).

Warga meminta untuk menghentikan sementara proyek tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, sebelum ada pengerjaan pembangunan tersebut, tidak pernah ada siapapun dan pihak manapun termasuk dari pihak PT Budi Agung untuk pengajuan izin kepada warga masyarakat setempat. Selain itu, dalam pengerjaan proyeknya pun menimbulkan kebisingan hingga mengganggu aktivitas warga.

Ketua RW 01 Memed mengatakan, sebelumnya pihak PT Budi Agung tidak pernah mengajukan proses perizinan dari warga setempat. ” Oleh karena itu, kegiatan proyek tersebut tidak mengantongi izin,” katanya.

IMG-20181103-WA0123

” Selain dari itu, lanjut Memed, kegiatan proyek ini mengganggu masyarakat akibat dari bisingnya pemasangan paku bumi. Izinnya ke warga setempatpun belum ada,” ungkap Memed kepada awak media di lokasi proyek.

Berdasarkan pantauan awak media, lokasi pengerjaan pengembangan bangunan PT Budi Agung melewati aliran Sungai Cimande. Sehingga terpantau, pihaknya membuat jembatan khusus di Sungai Cimande untuk memindahkan material dan alat berat dengan menyebrangi sungai tersebut, sehingga meterial tersebut berantakan di dalam Sungai Cimande, hingga tertutupnya aliran sungai tersebut.

Selain penyalahgunaan lokasi Sungai Cimande, akibat pemakaian alat berat, badan sungai menjadi menyempit karena material proyek. Warga khawatir, jika terjadi hujan, air Sungai Cimande akan meluap ke atas permukaan rumah warga.

Di lokasi pengerjaan, pihak Kepolisian Sektor Rancaekek, Bhabinkamtibmas Desa Cangkuang Uus mengarahkan kepada pihak perusahaan untuk segera memperbaiki kerusakan badan Sungai Cimande. Ia meminta untuk menghentikan kegiatan proyek tersebut.

” Sesuai permintaan masyarakat, demi menjaga keamanan dan ketertiban, proyeknya harus dihentikan dahulu, sebelum ada penyelesaian sesuai ketentuan dan kesepakatan warga,” kata Uus.

Masih di tempat yang sama, Edi, selaku Personalia PT Budi Agung menghampiri warga, pihaknya menyanggupi untuk menghentikan proyek sementara. Saat dikonfirmasi, ia membantah jika pengembangan pembangunan tersebut belum mengantongi izin.

” Kita sudah melengkapi perizinan proyek ini pak, silahkan jika mau mengecheck ke dinas terkait,” katanya.

Namun, setelah ditanyai awak media kepada Pemerintah Desa Cangkuang, Iir Irdiana pegawai desa tersebut mengaku, tidak pernah ada proses pengajuan izin dari PT Budi Agung kepada pihak desa.

” Pengembangan bangunan PT Budi Agung memang saya anggap tidak berizin, begitupun diakui oleh Kepala Desa, setelah saya tanyakan bahwa Pemerintah Desa belum pernah menerima pengajuan perizinan,” singkatnya. (Tim JN)