Diduga Tanpa Pengawasan Dinas PUPR, Proyek SKPD Kab Bandung Terkesan Asal2an!

IMG-20181103-WA0104

JAYANTARANEWS.COM, Bandung

IMG_20180628_215930

Kegiatan pelaksanaan proyek APBD yang dilaksanakan oleh pihak ke tiga di wilayah Kabupaten Bandung, diduga tidak ada pengawasan dari pihak PUPR. Pasalnya, pelaksanaan kegiatan proyek dibeberapa tempat, terkesan pekerjaannya asal – asalan, seperti halnya dalam pekerjaan pembangunan kirmir dan peningkatan insfrastuktur/raton di Jalan Rancakeong Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang terlihat buruk dan diduga tidak sesuai spek, Sabtu (03/11).

IMG-20181103-WA0105

Menurut salah seorang warga Rancakeong yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan, bahwa pekerjaan proyek ini kelihatan asal – asalan, soalnya melihat dari kualitas material, bahan batunya bukan batu kali, pasir juga bukan pasir pasang, dan takaran semen dengan pasir kelihatanya tidak sesuai spek, sehingga hasil pekerjaan tidak baik. ” Adukan ge murudul siga teu disemenan, seperti tidak sesuai dengan RAB,” ungkapnya dengan nada kesal.

Selain itu, pelaksana proyek tidak pasang plang/papan proyek sebagaimana mestinya, karena papan proyek tersebut salah satu bentuk transparansi ke publik dalam mengimplementasikan anggaran dari Pemerintah, imbuhnya.

Hasil pantauan JAYANTARANEWS.COM di lapangan, bahwa pelaksanaan proyek diduga menyalahi aturan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Permen PU 29/PRT/2006, tentang Teknis Bangunan, Permen PU No 12 Tahun 2014 tentang Drainase Kota, dan UU Keterbukaan Informasi Publik No 14 Tahun 2008 pasal 3.

IMG-20181103-WA0106

Ketika mau dikonfirmasi, pelaksana proyek tersebut beberapa kali tidak ada di lokasi, sementara dikonfirmasi lewat SMS singkat pun ngga membalas, seperti tidak mau kooperatif.

Ketika beberapa hari yang lalu datang ke lokasi, salah satu pegawai yang dipercaya dalam pekerjaan Didin mangatakan,” Saya di sini hanya kerja, kalau masalah material, pelaksana “DD” yang tahu. ” Masalah plang/papan nama proyek, saya sudah bilang namun ngga pernah dipasang, ucap Didin, Kamis (25/10).

Beberapa kali ditelepon dan di sms oleh pegawainya (Didin), tidak mau angkat atau membalas smsnya. ” Nanti saya sampaikan ke pelaksana,” kata Didin di lokasi. (Tim JN)