Hadang Tim Pemenangan Prabowo-Sandi NTB, Pertontonkan Nyamuk Dikasihani Tak Ditepuk

JayantaraNews.com, Mataram

” Menghadang Tim Pemenangan Prabowo-Sandi di NTB, sama dengan pertontonkan diri menjadi nyamuk yang dikasihani tidak ditepuk”.

” Karena mereka yang berupaya menolak, paling juga para penghisap darah bayaran yang biasa kejar nasi bungkus atau upah teriak”. Demikian pernyataan Ketua DPW RAMPAS NTB Achmad Sahib, menanggapi aksi segelintir orang yang menyatroni Kantor Gubernur NTB, hari ini, Senin (24/12).

” Ngga ada yang akan mampu membendung perolehan Suara Prabowo-Sandi di NTB pada Pilpres 2018. Sekuat apapun arus atau gelombang teriakan kemenangan lawan, itu hanyalah teriakan katak dalam tempurung.
Ingat …!!!!
#2019Prabowo Sandi Presiden RI”

Sahib, yang juga dikenal selalu lantang dalam aksi protes ini menegaskan,” Upaya – upaya meracuni pemilih dengan iming – iming apapun, sudah tak akan mampu mendobrak kekuatan kami, karena kami memang masyarakat NTB sadar, bahwa Prabowo-Sandi lah yang layak kami pilih. Bodoh sekali jika “Sudah Lima Tahun Di Bohongi, Masa Minta Lagi Untuk Dibohongi,” ketusnya.

DPW RAMPAS NTB menargetkan menyumbang 2 juta suara untuk Pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

Kendati tanpa atribut atau alat kampanye yang menonjol, namun pergerakan kami tak akan mampu dibendung oleh pihak lawan meski mengalirkan dana atau melibatkan politisi berkelas untuk mempengaruhi suara Prabowo-Sandi.
Kami tak perlu koar, tetapi kami bergerak terus mendatangi setiap sudut, menemui para Toga, Toma dan arus dukunganpun begitu kuat.

Maaf..!!! Bukan menyepelekan atau merendahkan sesama, tetapi ini fakta. ” Orang tak pernah mengenyam pendidikan sekalipun, hari ini sudah sangat melek dan paham, siapa pilihannya pada Pilpres 2019.
Kecuali orang sakit jiwa, pilihannya mungkin gabung dengan sesamanya”.

Kekuatan dukungan rakyat NTB pada Pasangan Prabowo-Sandi, terbilang masif dan sangat kuat. Maka RAMPAS NTB terus menerus turun ke tengah – tengah masyarakat menjadi lokomotif yang akan mengorganisir suara dukungan besar yang bisa saja kemudian dicurangi dengan cara – cara kotor dan permainan culas pihak – pihak yang tak sepaham namun ngiler mencuri kantong suara.

RAMPAS adalah Relawan Aksi Mendukung Prabowo-Sandi, murni bekerja penuh dedikasi tanpa pamrih dan bekerja untuk memenangkan Prabowo-Sandi semata – mata demi menunjukkan tanggung jawab moral pada bangsa, dan anti dengan kekuasaan yang melegalkan PKI.

Ratusan Tokoh Agama dari berbagai Ormas di NTB termasuk para akademisi, cendekiawan, dan pemilih milenial menyatakan bergabung dengan RAMPAS dan akan memperluas jaringan untuk mempengaruhi masyarakat, memenangkan Pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

Menanggapi Aksi yang berasal dari kader PDIP hari ini, Senin (24/12) ke kantor Gubernur NTB, merupakan wujud kepanikan mereka atas ketidakmampuan mereka mempengaruhi pemilih NTB yang mayoritas muslim dan sudah memahami peradaban politik yang positif, sebab telah belajar dari kepemipinan yang berlabel ulama atau simbol agama, namun aslinya adalah kepalsuan dan tipu daya.

Rakyat NTB sudah mapan memilih pemimpin dengan mengacu pada “Ijtima Ulama” sebagai panutan untuk menentukan nasib bangsanya.

Ancaman untuk menghadang kedatangan Bunda Neno Warisman dari kader PDIP, hanyalah “Gertak Sambal”, sekedar untuk menunjukkan eksistensinya pada Sang Tuan yang memberi bungkusan.
Cukup jelas kan..?? (Dhy)