IrYun, Janjikan IDR Berlipat Ganda Hingga 2 M, Akhirnya Tak Tebukti!

IMG_20181217_191522

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Akhirnya apa yang dijanjikan oleh pelaku IrYun, yang diduga paranormal atau dukun pengganda uang IDR terhadap korbannya yang menjanjikan uang Rp 30 juta berlipat ganda menjadi Rp 2 milyar, pada akhirnya tidak terbukti, hanya isapan jempol belaka.

Baca berita sebelumnya: Penipuan IDR Merajalela, Diduga Oknum TNI Terlibat – http://jayantaranews.com/2018/12/penipuan-idr-merajalela-diduga-oknum-tni-terlibat/

Dari pantauan JayantaraNews.com, IrYun pelaku menjanjikan pada, Jum’at, (14/12), bahwa uang tersebut akan cair. Mereka pergi secara tim bergegas menuju Kabupaten Karawang untuk melakukan ritual pencairan uang IDR di salah satu guru besar yang dirahasiakan keberadaannya.

Namun anehnya, saat dikonfirmasi JayantaraNews.com, Selasa, (11/12) sebelumnya, IrYun mengatakan, bahwa uang Rp 30 juta untuk pendzahiran itu sudah habis dibagikan dengan kelompoknya. Jadi, mana mungkin yang dijanjikan Rp 2 milyar itu akan terbukti, ini jelas ada indikasi penipuan dan penggelapan, (Pasal 378 jo 372) tentang penipuan dan penggelapan, atau bisa diperberat lagi dengan pasal yang berkaitan dengan uang RI.

Memang dengan lantangnya pelaku, IrYun menantang dan melecehkan Tim JayantaraNews.com, dengan nada sedikit mengusir dan menakut – nakuti wartawan dengan membawa – bawa nama Institusi TNI, diantaranya, Garnizun dan Ajendam dengan tujuan yang tidak jelas. Sehingga Tim JayantaraNews.com sempat terpancing emosi. ” Awalnya kita datang secara baik – baik, dengan maksud dan tujuan untuk konfirmasi. Namun si pelaku IrYun ini berlagak seperti jagoan mencak – mencak bernada mengusir wartawan. Kita memang tidak diundang, namun ini temuan informasi yang harus dikonfirmasi, sehingga kami beserta tim melakukan check and recheck mengenai kebenaran informasi tersebut. Wajar, kami melakukan hal itu karena kami menjalankan tugas Jurnalistik sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, bahkan yang paling menyesakan dada, kendaraan tim kami juga turut disita, dengan alasan sudah digadaikan sebesar Rp 15 juta. Namun anehnya tidak ada kwitansi pembayaran dan penerimaan uang tunai, hanya secara lisan. Apakah ini hanya akal – akalan, ini yang sedang kita investigasi. Jika ada hal yang mencurigakan, kami pasti akan membuat laporan ke Polisi,” jelas Asep Darsono, selaku Pimpinan Redaksi JayantaraNews.com.

Saat dikonfirmasi ulang oleh JayantaraNews.com, melalui pesan WhatsApp-nya, IrYun (pelaku), hanya mengatakan, bahwa dirinya sedang berada di Eyang Jenderal dengan didampingi suaminya dan oknum anggota Garnisun. (Tim)