Komisi II DPRD Sumbawa: Bantuan Bibit Jagung Tidak Boleh Ada Pemotongan!

IMG-20181219-WA0043

Abdul Rafiq (DPC PDI Perjuangan Kab Sumbawa)

JayantaraNews.com, Sumbawa

Bantuan jagung yang disalurkan oleh pemerintah kepada seluruh kelompok tani pada tahun ini, tiada lain yakni demi suksesnya program pemerintah terhadap produksi jagung serta meningkatnya pendapatan ekonomi para petani di seluruh Kabupaten Sumbawa.

Demikian juga dengan suksesnya program tersebut, semua stakeholder harus mengambil peran, salah satunya pihak dinas melalui UPT hingga PPL harus intens melakukan pengawasan dan pengawalan, khususnya dalam proses pendistribusian bibit maupun pupuk kepada masing – masing kelompok. Hal itu penting, mengingat bibit dan pupuk dapat tersalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan harapan masyarakat.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Sumbawa Arafik yang dikonfirmasi mengatakan, pentingnya pengawasan dan pantauan lapangan yang dilakukan oleh petugas dari dinas terkait, guna meminimalisir terjadinya penyelewengan serta hal – hal yang timbul dan tidak diharapkan di lapangan.

Demikian juga kepada kelompok tani yang telah mengajukan CPCL melalui Dinas Pertanian. Jika dalam penyaluran bantuan, dan jumlah bantuan yang diterima tidak sesuai dengan luas lahan, maka sangat wajar jika hal itu dipertanyakan kepada petugas.

” Sebelumnya para kelompok tani mengajukan CPCL terlebih dahulu ke pihak dinas, baru bantuan itu keluar. Demikian juga bantuan yang keluar tersebut, sudah tentu ada berita acara, dan jumlahnya jika tidak sesuai dengan jumlah di dalam berita acara yang diberikan kepada kelompok, maka diduga ada permainan, apalagi dilakukan pemotongan oleh petugas lapangan dengan berbagai alasan. Itu sudah menyalahi aturan, masyarakat harus melaporkan hal tersebut kepada dinas bersangkutan,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakan, sangat bertentangan sekali, ketika petani yang ingin mensukseskan program jagung yang digulirkan pemerintah, namun disisi lain ada oknum – oknum yang dengan sengaja melakukan pemotongan dengan tujuan tertentu dan menguntungkan pribadi, sementara bantuan yang dipotong tersebut dihajatkan untuk mengejar produksi. ” Jika hal itu didapati terjadi di tingkat kelompok tani, maka saya berharap, agar segera dilaporkan kepada pihak – pihak tertentu demi suksesnya program jagung yang digulirkan oleh pemerintah,” jelasnya.
(dhy JN)