Ayah Imran “Pengkritik Jokowi” Minta Anaknya Dibebaskan

IMG-20190125-WA0216

JayantaraNews.com, Mataram

Sambil menangis, ayah seorang anak yang diduga menghina Presiden Jokowi di sosial media (Sosmed) pada, Minggu (20/01) di kediamannya di Ampenan Kota Mataram, meminta agar anaknya dibebebaskan dari tahanan Polres Mataram.

“ Supaya dibebaskan anak saya ini. Semoga diampunkan. Semoga dibebaskan dia (Imran anaknya). Minta maaf, saya yang minta maaf pada pak Presiden kita,” ucap Saidi, sambil menangis didampingi sejumlah pengacaranya, Jum’at (25/01), di Mapolres Mataram saat mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya.

Saat anaknya ditangkap pada saat itu, ayah yang mengalami kondisi disabilitas ini kaget atas penangkapan IS alias Imran, karena menurutnya, sebelumnya tidak ada pemberitahuan atas penangkapan tersebut.

“ Saat itu saya ada di rumah, tapi belum ada pemberitahuan. Nah tiba – tiba ditangkap, jadinya ya kagetlah saya. Memang sudah nasib ya,” terangnya sambil menangis.

Sementara, menurut koordinator tim pengacaranya, Muhanan, SH kepada media, menyampaikan alasan penangguhan penahanan terhadap Imran kepada pihak Polres Mataram atas beberapa alasan.

“ Alasan kami kalau kita melihat Imran ini umurnya kan masih dalam keadaan labil (belum cukup umur untuk ditahan), dia juga memiliki orang tua yang kurang sehat (disabilitas),” terangnya.

Dia menegaskan, dalam surat penahanan tersebut, tersangka Imran tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi tindak pidana yang sedang dia jalani.

“ Yang ketiga, merasa bahwa orang tuanya butuh untuk dia ada di rumah,” alasannya.

Semua ketua relawan pendukung Prabowo-Sandi, baik yang ada di daerah maupun nasional pun siap memberikan jaminan kepada Imran.

” Semua ketua relawan pendukung Prabowo-Sandi siap menjadi penjamin terhadap Imran. Kita sudah kordinasi dengan semua relawan yang di NTB, baik relawan daerah maupun relawan nasional,” tegas Amre, Ketua DPP Rumah SandiUno Indonesia. (Dhy)