Bulog & Sekda Provinsi Jabar, Jamin Stock Beras Medium 2019 Aman

IMG-20190103-WA0071

JayantaraNews.com, Bandung

Sekda Provinsi Jabar Iwa Karniwa menjelaskan, bahwa dalam hal penting ini, terkait pembahasan kebutuhan pokok masyarakat, Gubernur Jabar Ridwan Kamil tidak bisa hadir, karena ada kunjungan bencana alam musibah longsor Sukabumi.

Iwa mengungkapkan, bahwa beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat, dan harus tersedia setiap saat. Menurutnya, dengan harga rata – rata head tertinggi premium Rp 12.800 medium Rp 9.450, target padi ditanam dengan lahan seluas 667,354 Ha di Jawa Barat, tahun lalu sempat mengalami kemunduran akibat keterlambatan panen.

Dalam menyikapi hal tersebut, tingkat menteri yang diperintah langsung Presiden RI Joko Widodo, Perum Bulog harus menyiapkan ketersediaan pasokan beras, dan beras harus bisa terjangkau di masyarakat luas khususnya yang berpendapatan rendah.

IMG-20190103-WA0070

Iwa menyampaikan, untuk jajaran Polda Jabar khususnya Bapak Kapolda, terimakasih dalam mencegah penimbunan, khususnya ketahanan pangan kriminal ekonomi di Jawa Barat. Untuk itu, dengan ini launching pasokan beras medium diluncurkan,” ucap Iwa.

Sementara itu, Ahmad Mamun Kadivre Jabar Gudang Bulog Gedebage menuturkan,” Launching ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras medium, tahun 2019 dimulai Kamis (03-01-19) ini, saya jamin aman,” jelasnya.

Sebanyak 45 gudang di Jawa Barat, sudah terisi dan aman, stock yang dikuasai Bulog Jabar sebanyak 230.000 ton, dan sudah disebar se Jawa Barat, stock terbesar selama 10 tahun terakhir pada periode yang sama, dan aman 1 tahun ke depan. Khususnya bila ada bencana alam sudah siap memberikan bantuan di kota/kab di Jawa Barat, katanya.

Khusus Jabar, beras tidak hanya lokal, tapi 50-50 sebanyak 75.000 LN dan 75.000 DN tahun lalu juga, dan kualitasnya lebih baik dari premiumnya juga, dan Bulog juga tidak menjual medium saja, tapi juga ada premium, mencapai 1000 ton/hari, operasi pasar juga ada tiap tahunnya, untuk pasokan pengadaan beras terbesar saat ini daerah Cirebon, hampir sebanyak 90.000 ton,” jelasnya.

Iwa Karniwa menambahkan, kita sigap dalam pasokan dan penambahan kesediaan pangan, dan harus memonitor dari produsen ke konsumen, juga melakukan terus pengawasan, distribusi harus bisa sampai ke pelosok – pelosok desa, agar terjangkau masyarakat dapat harga yang wajar, dari pihak aparat Kepolisian khususnya Polda Jabar, sudah bisa melakukan pengawasan kriminal ekonomi, dari pihak – pihak yang melakukan penimbunan di hari – hari besar, dan terimakasih dari media yang sudah melakukan edukasi di masyarakat. ” Dan saya menjamin, beras aman! Jadi, masyarakat tidak harus melakukan pembelian berlebih dan menimbun. Saya pastikan aman!,” tutup dia. (Hendra)