Loading...

Diduga Racuni Warga, PT Pindodeli II Akan Beroperasi Kembali, Wahyu: Siapa Bertanggung Jawab?

IMG-20190131-WA0007

JayantaraNews.com, Karawang

PT Pindodelli II untuk Plant Coustic Soda, sebelumnya sempat dilakukan penutupan, karena terjadinya kebocoran, sehingga menyebabkan khususnya warga masyarakat Kampung Cigempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, keracunan!

Coustic Soda PT Pindodeli, merupakan produsen kimia yang menggunakan bahan baku Clorin. Pabrik ini beberapa kali mengalami kebocoran, sehingga menyebabkan banyak korban warga sekitar.

Plant Coustic Soda PT Pindodelli II ditutup operasionalnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, dan dipimpin langsung oleh Bupati Cellica Nurrachadiana, pada 18 Mei 2018 lalu. Tapi kali ini dikabarkan akan segera beroperasional kembali.

Wahyu Anggara Putra, Ketua Lembaga Bantuan Hukum Laskar Merah Putih Markas Cabang (LBH LMP Marcab) Karawang, yang waktu itu memberikan bantuan hukum, dan mendampingi warga yang terkena dampak, berpendapat. ” Saya sudah menerima kembali pengaduan beberapa perwakilan warga Dusun Cigempol, bahwa Plant Coustik Soda PT Pindodelli II akan segera kembali beroperasional”.

Namun, bagaimana soal garansi atau jaminan, kalau Coustik Soda tersebut tidak mengalami kebocoroan seperti yang sudah berkali – kali terjadi. ” Siapa yang mau bertanggung jawab? Ini harus diperjelas dulu, tidak serta merta bisa beroperasi lagi, tanpa memberikan jaminan keamanan bagi warga sekitar yang pernah terdampak,” ungkap Wahyu.

” Beberapa perwakilan warga, yang 2 hari lalu menginformasikan kepada saya, mereka merasa kecewa dan tidak terima atas keputusan yang dibuat oleh PT Pindodelli II. Pasalnya, dari beberapa poin yang dipersyaratkan oleh warga, ada yang tidak diakomodir serta dituangkan dalam surat kesepakatan bersama,” terangnya.

Pada poin (III), tuntutan warga secara khusus terkait beroperasinya kembali Plant Coustik Soda, yakni:
1). PT Pindodelli II bersedia memberikan uang kompensasi perjiwa setiap bulan
2). PT Pindodelli II bersedia menanggung seluruh biaya rawat inap dan rawat jalan rumah sakit, bilamana ada warga yang kena dampak dari bocornya Coustik Soda, berikut dana bantuan sebesar Rp 5000.000,-/pasien
3). PT Pindodelli II bersedia memberikan uang cemas saat terjadi kebocoran Coustik Soda sebesar RP 500.00,- kepada setiap Kepala Keluarga (KK)
4). Jika sewaktu – waktu terjadi kebocoran, PT Pindodelli II akan menurunkan jajarannya langsung ke lapangan, untuk memeriksa kondisi lingkungan sebagai upaya kepedulian terhadap warga.

Tapi kenyataanya, draft yang diberikan oleh warga yang sudah disertakan tanda tangan warga, diubah dengan perjanjian pengelolaan limbah sampah area PT Pindodelli II, tanpa meminta persetujuan warga secara menyeluruh.nini sungguh sangat disayangakan. ” Saya curiga dan menduga, ada pihak yang memanfaatkan ini untuk kepentingan usaha. Oleh karena itu, kami dari LBH LMP Marcab Karawang akan mempersoalkan masalah ini,” ujarnya.

IMG_20190131_022349

Di tempat terpisah, Andri Kurniawan saat dimintai keterangannya melalui saluran telepon, mengatakan. ” Ini persoalan kemanusiaan, kita semua tidak perlu banyak beretorikan. Saya sudah komunikasi via telepon dengan Pak Wahyu Anggara, kami dari LMP Marcab Karawang akan segera melayangkan surat audiensi ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang untuk melakukan audiensi, antara Senin minggu depan. Dalam forum audiensi itu nanti kita bedah bersama warga,” paparnya. (001 Jn)