Dinilai Mengabaikan, Pasien Infeksi Usus Diboyong Himpipsos Ke RS Adam Malik Medan

IMG_20190107_131557

JayantaraNews.com, Medan

Mendapat kabar bahwa pasien yang menderita sakit infeksi usus dari Rumah Sakit Umum Kota Tanjungbalai masih dalam kondisi belum pulih, Tim Gerak Cepat Himpipsos Kota Tanjungbalai, langsung menyambangi kediaman saudari Fitri yang beralamat di Jalan Tanjung Permai Lk III Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, dipimpin langsung Dewan Pembina Himpipsos Ade Willy yang didampingi Ketua Himpipsos Muawir Sirait dan tim gerak cepat berdialog dengan pihak keluarga, yakni orang tua Fitriani.

Setelah melakukan mediasi, Tim Medis Himpipsos Ihsan Harahap yang juga pegawai RS Kota Tanjungbalai langsung berkordinasi kepada pihak rumah sakit terkait.

Tentang kepulangan pasien tersebut yang sudah dirawat selama 12 hari di rumah sakit, informasinya pihak keluarga yang meminta pulang karena merasa terabaikan selama 12 hari di rumah sakit umum.

IMG_20190107_131543

Informasi juga diterima bahwa alat rontgen rumah sakit sedang rusak sudah sekitar 3 minggu sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pasien untuk dirontgen.

Setelah berdiskusi panjang dan memastikan bahwa Fitriani dan keluarga sepakat untuk dirujuk ke Medan, Ade Willy dan Ihsan Harahap berkoordinasi kepada pihak rumah sakit umum untuk bisa melakukan rujukan secepatnya ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk penanganan lebih serius lagi, dengan harapan, agar Fitriani bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.

Setiba di rumah sakit umum, dokter dan perawat melakukan pendaftaran kepada pasien dan pada waktu itu juga terlihat Camat Datuk Bandar Timur ikut serta mendampingi agar proses administrasi dan rujukan bisa cepat dilaksanakan.

Pada pukul 00:33 WIB pasien dibawa ke Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan dengan didampingi ibu serta kakak pasien dan dibekali dana alakadarnya oleh pihak Himpipsos dan Camat untuk biaya hidup selama di Medan.

Sewaktu dikonfirmasi wartawan, terkait persoalan informasi yang sempat menjadi berita hangat di seputaran media sosial, tentang cueknya pemerintah seperti Rumah Sakit Umum dan Dinas Kesehatan, Ade Willy mengatakan, bahwa ini adalah bentuk gagalnya para pejabat instansi terkait karena selama 12 hari tidak ada penanganan serius yang diberikan pada pasien, sehingga pasien lebih memilih dirawat di rumah ketimbang di rumah sakit dan tidak mendapatkan perubahan apapun tentang penyakitnya.

Namun, dengan respon yang dilakukan oleh pihak rumah sakit pada malam ini adalah bentuk pelayanan yang harus dipertahankan dan jangan sampai terjadi hal yang serupa kedepannya.

Semoga Walikota Tanjungbalai lebih selektif dalam memberikan jabatan kepada yang ahlinya dan lebih meningkatkan pelayanan.

Ade willy juga mengucapkan terimakasih pada pihak – pihak yang telah membantu termasuk kawan – kawan media yang begitu tanggap dan respon pada persoalan sosial seperti ini. (Tim)