Film Preman Pensiun Siap Hentakkan Penggemar Drama Komedi

IMG-20190116-WA0230

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Setelah 3 tahun absen dalam pemutaran Drama Komedi di Stasiun TV,  membangkitkan Sutradara Aris Nugraha yang juga sebagai penulis Naskah dan Ide Cerita Preman Pensiun untuk kembali berkarya dibawah naungan MNC Pictures dan ANP Films dan    Producer Miftha S Yahya.

Karena drama komedi kharismatik ini, telah melekat di hati masyarakat khususnya Kota Bandung.

IMG-20190116-WA0241

Suasana keragaman dan dinamika kehidupan pribadi di masyarakat yang keras, menjadi lucu, humanis, tertata, terorganisir dan berusaha tetap menjadi baik, walaupun mempunyai background yang kelam. Sisi inilah yang menjadi menarik, dimana setiap manusia  mempunyai porsi dan pola hidup yang penuh dinamika.

Kehandalan Sutradara Aris Nugraha dalam menata dialogue, yang menjadi nyambung walaupun berbeda scene by scene, menjadi suatu dialogue yang lucu membuat Guerr..  !! penontonnya, dan menjadi khas Film Preman Pensiun.

IMG-20190116-WA0243

Pemilihan dan penentuan karakter dari setiap pemain, mengobati rasa rindu terhadap para artis yang tidak bisa ditemukan di film lain. Imas (Soraya Rasyid), yang bawel dan lugu menjadi pecemburu setelah menikah dengan DikDik (Andra Manihot).

Pipit (Ica Naga), yang masih saja manja – manja blo’on, walaupun mempunyai tampang seram dan berbadan gede.

Gobang (Dedi Moch Jamasari), yang dingin dan masih menyimpan sisi kelamnya jika dipaksa. Kelembutan dan kebaikan anak -anak Kang Bahar, Kinanti (Tya Arifin), Kinasih (Sindy Lasmana), Kirani (Anzanie Kamilah), yang tetap menjaga silaturahmi dengan bekas anak buah Kang Bahar, menjadikan suasana lebih syahdu dan menelisik lubuk hati, terutama ketika mengingat jasa ayahnya Kang Bahar (almarhum Didi Petet), bersama Kang Muslihat (Epy Kusnandar) dalam membangun Bisnisnya. Dan yang lebih parah, sosok Kang Mus (Epy Kusnandar), masih saja berusaha elegant di setiap adegan, mengingat mandat dari Kang Bahar sebagai pemimpin senior yang pepatah dan arahannya tetap harus diingat dan dipatuhi.

“Setiap pertanyaan harus terjawab di kamu, setiap persoalan harus selesai di kamu, atau bereskeun ku Silaing”. (Kang Bahar)

Terungkap bagaimana setiap manusia berbeda dalam kemampuan, walaupun dalam posisi yang sama, yaitu pemimpin.

Hal inilah, yang membuat film ini menjadi begitu lengkap dan natural untuk ditonton dan menjadi tuntunan, tentunya dengan pemahaman yang baik dan benar.

Demikian Mak Isye (Mertua Kang Mus) yang nyebelin menyampaikan, setelah selesai acara nonton bareng di Empire XXI BIP Bandung.

Sayang, Kang Mus dan artis serta crew lain tidak bisa bersama, karena mendampingi para penonton setianya di Kota Jakarta dan kota lainnya, disamping menginformasikan, bahwa Film Preman Pensiun diputar serentak mulai 17 Januari 2019 di seluruh Indonesia.

Bandung, 16 Januari 2019

@Asep KW