Jelang UNBK, SMPN 1 Montong Gading LOTIM Keluhkan Kurangnya Komputer

IMG-20190126-WA0113

JayantaraNews.com, Lotim

Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan digelar bulan April mendatang, setidaknya menguras pihak sekolah yang harus berjuang keras dalam mengajukan segala kebutuhan utama dan lebih menunjang.

Banyak hal terkait fasilitas maupun sarana prasarana sekolah yang harus dilengkapi, salah satunya seperti perangkat komputer, yang harus diajukan ke pemerintah, atau mungkin partisipasi guru yang ingin meminjamkan komputer ke pihak sekolah.

Seperti yang terpantau Tim JayantaraNews.com di SMPN 1 Montong Gading, Selong Lombok Timur-NTB, Sabtu (26/1/19).

IMG_20190126_195828

Saat dikonfirmasi, salah satu guru dibagian sarpras Suaedi mengungkapkan, bahwa kami dari pihak sekolah meminjam komputer di sekolah – sekolah terdekat. Kita juga minta siswa, bagi yang punya laptop untuk membawanya ke sekolah, dan pihak sekolah pernah mengajukan ke pemerintah, terkait kurangnya komputer di sekolah ini, ungkap Suaedi.

Hasbi, selaku Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Montog Gading membenarkan, bahwa sekolah sangat kekurangan komputer. Terkait dengan jumlah peserta sebanyak 167 siswa yang akan ikut UNBK, itu sudah terdaftar. ” Seharusnya yang akan membutuhkan sekitar 60 komputer, kalau kita pakai 3 (tiga) sesi, namun sampai saat ini yang ada sekitar 20 komputer dan 2 server. Ini pun semua peralatan kami pinjam di SMA 1 Montong Gading,” ujar Hasbi.

Kami pihak sekolah sudah mensosialisasikan ke wali murid, bahwa bagi siswa yang mempunyai laptop atau komputer yang memadai, kami minta supaya dibawa ke sekolah, karena kurangnya komputer di sekolah.
” Kami pernah bersurat kepada pemerintah, terkait dengan minimnya komputer, namun sampai saat ini masih belum ada tanggapan dari pemerintah,” ungakap Hasbi, yang diamini Andi, salah satu guru yang menjadi teknisi di SMPN 1 Montong Gading.

” Kami selalu mengontrol peralatan yang ada di sini, yang kita periksa perangkat lunak, kekuatan sinyal, listrik, dan aplikasi yang dibutuhkan. Kita akan antisipasi kalau listrik bermasalah dengan genset,” ujar Andi.

” Harapan kami, supaya Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pusat, menanggapi sekaligus memberikan solusi, soal kekurangan komputer di sekolah kami, tutup Hasbi. (Tim Jn)