Majunya Junaidi Kasum (Caleg) DPR-RI, Tekad Kuat Bangun NTB

IMG_20190122_003609

JayantaraNews.com, Mataram

” Saya kira secara pribadi, Fahri Hamzah berharap kepada saya dan tidak ada alasan untuk tidak mendukung saya, apalagi saya satu kampung, tentu kaderisasinya melanjutkan apa yang telah ia lakukan. Sebagai senior, saya dan bapak politik saya, secara nasional dia tidak kita ragukan lagi,” ucap Junaidi Kasum, calon anggota DPR-RI nomor urut 2 dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) di Mataram, Senin (21/1).

Majunya JK panggilan akrabnya sebagai calon anggota DPR-RI merupakan tekad kuat untuk membangun daerahnya NTB khususnya Pulau Sumbawa.

” Bayangkan saja, semua pemberkasan saya selesaikan dalam satu hari, dan pendaftaran ke KPU pun pada detik terakhir,” kisahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawabnya dalam memperjuangkan hak masyarakat seperti Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang belum tertangani dengan baik, ia bersama pemerintah akan bersinergi mengatasi permasalahan TKI mulai dari berangkat hingga pulang ke tanah air dengan aman.

Dalam berjuang untuk mendapatkan satu kursi DPR-RI mewakili Partai Demokrat dari dapilnya, ia telah memaksimalkan linearnya partai Demokrat dari calon provinsi hingga kabupaten ia rangkul.

” Ambang batas 4 persen bikin saya semangat untuk mempertahankan Demokrat memiliki kursi di DPR. Usaha kita juga melalui lintas partai. Misalnya partai yang tidak punya calon di senayan kita manfaatkan, termasuk dukungan teman – teman wartawan, LSM dan tokoh akan saya maksimalkan,” ungkapnya.

Pemilik perusahaan transportasi Rangga Taksi ini mengungkapkan, jika ia adalah satu – satunya calon yang yakin didukung oleh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

” Dukungan dari masyarakat KSB sebagai basis modal dukungan adalah modal kuat saya, mereka tahu harus memilih siapa,” cetusnya.

Sebagai orang yang dibesarkan dari keluarga petani, dukungan para petani yang besar dianggap sangat signifikan. Apalagi ia selalu meluangkan waktu untuk berdiskusi tentang permasalahan pertanian.

” Berbicara jagung, bawang, secara umum bidang pertanian, saya sering berdiskusi dengan pelaku. Persoalannya ada di hulu, tugas kita memanggil yang di hulu itu, semua akan selesai dengan komunikasi,” ujarnya.

Menyoal maraknya bermunculan calon anggota DPR-RI berasal dari luar daerah dan nyalon melalui dapil NTB yang sering disebut dengan istilah “caleg impor”, ia mengatakan, jika itu adalah urusan partai masing – masing. Biasanya kata dia partai telah menempatkan kader – kader terbaiknya untuk bertarung bukan hanya di NTB saja, tapi di provinsi lain juga ada.
Namun ia juga menyesalkan keberadaan calon impor yang hanya bekerja di NTB bukan bekerja untuk NTB.

” Yang jelas keberadaan calon impor sangat merugikan kita,” pungkasnya. (Dhy)