Statement Gubernur Soal Seleksi Direksi BJB, Mugi Sujana Angkat Bicara!

IMG-20190130-WA0277

JayantaraNews.com, Bandung

Terkait pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengenai proses seleksi jajaran Direksi BJB dibuka secara umum, Ketua Umum Ormas BBC Mugi Sujana angkat bicara!

Dalam Konferensi Pers, Bandung (30/1/19), yang dilaksanakan di kediaman Mugi Sujana Jalan Palasari 42a Bandung, mengungkapkan kepada media, bahwa berkaitan dengan statement yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut, soal penerimaan jajaran Direksi BJB dibuka untuk umum, dirinya mendukung.

Terkait hal tersebut, ia berpendapat, bahwa sebelum itu dilaksanakan, mungkin ada baiknya AD ART dari BJB tersebut harus diubah terlebih dahulu, agar pada pelaksanaannya tidak berbenturan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Bank BJB.

” Setiap anak bangsa yang ingin mendaftar, selama memiliki kapasitas dan riwayat perbankan yang baik, dapat mengikuti seleksi calon Direksi Bank BJB, termasuk mantan direksi dan pimpinan eksekutif,” tegas Emil pada Selasa (15/1/2019) lalu.

Terkait pernyataan beliau, seharusnya dilihat dulu AD ART nya BJB, agar jelas dan tidak menimbulkan polemik, dimana dampaknya terhadap pernyataan gubernur yang seolah – olah ingin merubah sistem, hanya saja kurang terarah. Lain halnya jika seorang gubernur ini dapat lebih hati – hati dalam memberikan statement, memang itu tujuannya baik, tapi bisa jadi kurang baik bila akhirnya jadi menimbulkan polemik di masyarakat, ungkap Mugi.

Selain itu, statement Kang Emil (sapaan akrab gubernur) ini sebetulnya baik, karena ingin membuka peluang bagi siapa saja yang berkompeten dibidangnya untuk menjadi jajaran Direksi BJB yang baru. Disamping itu, tetap mengacu kepada AD/ART BJB.

Poses seleksi harus segera dilakukan guna mencari seorang akuntan yang profesional dan akuntabel, hingga pada pelaksanaanya, BJB ini dapat lebih baik dan lebih profesional, hanya sebelumnya tetap harus merubah dulu AD/ART BJB agar pelaksanaan nya tidak berbenturan dengan AD/ART BJB.

Beberapa poin persyaratan seleksi dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), teryata menyebutkan, bahwa calon Direksi BJB, bukan sebagai mantan anggota direksi atau pejabat eksekutif perseroan yang purnabakti, mengundurkan diri, dan/atau diberhentikan, seperti dilansir Wj.Today tempo hari lalu.

Maka, itu jelas bertentangan dengan statement Emil. Karena bila mengacu pada aturan yang ada, maka mantan direksi tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai direksi.

Menurut Mugi, kebijakan gubernur membuka seluas – luasnya bagi siapapun untuk maju mencalonkan diri sebagai Direksi BJB, ini merupakan terobosan baru. ” Karena setahu saya, biasanya pemilihan Direksi BJB itu dilakukan tertutup, dan calon yang maju itu biasanya nama – namanya disodorkan oleh gubernur. Tapi untuk kali ini diumumkan kepada masyarakat, yang berarti membuka seluas – luasnya untuk masyarakat yang memiliki kapasitas dan mumpuni dibidang perbankan untuk berkompetisi dan mencari yang terbaik,” ujar Mugi.

” Saya harap, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tetap pada statementnya agar BJB dapat memiliki jajaran direksi yang profesional dan akuntabel, hanya untuk pelaksanaannya seperti yang sudah saya sampaikan tadi, harus merubah dulu AD/ART BJB, jadi tidak akan berbenturan dengan aturan AD/ART,” tegas Mugi.
(Ricky)