Belum Ada Solusi Soal Proyek KCJB, Warga Cipanileman Ancam Hentikan Aktivitas

IMG-20190225-WA0389

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Setelah melalui musyawarah warga Cipanileman, terkait dampak proyek pembangunan Trase di wilayah Desa Cibiru Hilir beberapa hari ke belakang, yang pada waktu itu difasilitasi oleh pihak Desa Cibiru Hilir dan Muspika Kecamatan Cileunyi, namun masih belum mendapatkan solusi dari pihak terkait.

Sehingga, warga masyarakat Kp Cipanileman mendatangi Kantor Desa Cibiru Hilir yang kedua kalinya untuk didatangkan dari pihak terkait untuk minta jawaban sekaligus solusi dalam mengatasi keluhan warga Cipanileman.

Musyawarah tersebut diadakan di balai Kantor Desa Cibiru Hilir Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dan dihadirkan dari pihak Kapolsek, Danramil beserta jajaran pihak Muspika Kecamatan Cileunyi, PT KCIC, PSBI, Kontraktor PT CREC, juga puluhan warga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan LSM GBM Kecamatan Cileunyi, Senin, (25/02/2019).

Deden Yusup, selaku Ketua RW 06 menyampaikan dalam acara mediasinya,” Pada dasarnya, kami warga masyarakat Desa Cibiru Hilir mendukung adanya proyek kereta api cepat. Namun, dengan adanya pekerjaan proyek kereta api cepat, justru menjadi keluhan warga setempat, akibat dari getaran pemasangan tiang pancang. Sehingga, dampaknya mengakibatkan rusak/retak rumah warga, selain itu menimbulkan kebisingan hingga warga merasa terganggu,” jelasnya.

IMG-20190225-WA0390

Oleh karena itu, lanjut Deden, kami meminta kepada pihak PT KCIC dan kontraktor PT CREC untuk memberikan solusi dengan adanya keresahan warga kami yang terkena dampak akibat dari pekerjaan proyek Trase/Depo Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), tandasnya.

Dengan adanya dampak tersebut, kami selaku Ketua dan Pengurus RW selalu didatangi oleh pihak warga masyarakat Cipanileman yang mempertanyakan mengenai keresahan warga. ” Karena itu, kami mohon kepada pemerintah dan pelaksana proyek KCIC, untuk mendengar dari pada keluhan warga masyarakat kami,” pinta Deden.

” Untuk permasalahan keluhan warga Cipanileman, terkait dampak Proyek Trase Kereta Api Cepat, yaitu adanya kebisingan. Hal ini karena imbas dari pemasangan tiang pancang. Kami sangat terganggu,” timpal Sofy, Ketua Karang Taruna RW 06 Kp Cipanileman.

Selanjutnya, masih kata Sofy, timbulnya kerusakan dan retaknya rumah warga akibat getaran pemasangan tiang pancang, juga waktu pelaksanaan pekerjaan yang terlalu mengganggu waktu istirahat dan waktu melaksanakan beribadah. Selain itu, kami mohon dilibatkan untuk tenaga kerja di proyek dari warga kami, ujarmya.

” Kami mohon segera ada solusi dalam menyikapi keluhan warga. Dan kami warga masyarakat akan kembali mendesak pihak pelaksana pembangunan proyek atau suruh penghentian kegiatan proyek tersebut, apabila dalam waktu yang dekat setelah diadakan mediasi ini tidak ada realisasinya dari pihak terkait,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi media, Drs Muhamad Yunus, selaku Kepala Desa Cubiru Hilir mengatakan,” Kami dari pihak pemerintah setempat sudah menyampaikan beberapa waktu lalu, setelah diadakan musyawarah dengan warga Cipanileman, mengenai keluhan dan permintaan dari warga RW 05-06,” terangnya.

” Bahkan, kami menyampaikan aspirasi/keluhan warga kepada pihak PT CREC dan peruasahaan terkait dengan secara tertulis yang disampaikan permintaan warga,” kata Yunus.

Kami berharap, dengan mediasi yang kedua kalinya ini, dapat secepatnya memeberi realisasi dan solusi terbaik terhadap warga yang terkena dampak dari proyek tersebut, imbuhnya.

Sementara itu, pihak kontraktor PT CREC Mr Xiu melalui juru bicaranya (Jubir) Agus, menanggapi keluhan warga, terkait dampak pekerjaan proyek pembangunan Trase Kereta Cepat. ” Kami menerima keluhan warga, namun kami mohon dukungannya dari semua warga mengenai pekerjaan proyek, karena ini proyek pemerintah, dan kami dikejar target. Jadi apabila pekerjaan tersebut dihentikan, kami tidak bisa kejar target,” jawabnya.

” Selanjutnya, mengenai kebisingan oleh alat pemancang, kami akan  diskusikan lagi agar memakai alat yang lain untuk pemasangan pancangnya”.

” Mengenai pekerja, kami bukan tidak mau menerima pekerja lokal, namun dalam pekerjaan pembangunan kereta api cepat butuh tenaga ahli, sehingga hasilnya tidak asal-asalan,” imbuh Mr Xiu.

Adi, perwakilan KCIC di Bidang Teknik Desain Manajemen (TDM) mengatakan,” Kami pihak KCIC akan menyampaikan ke Direksi Pusat PT KCIC, terkait keluhan warga masyarakat Cipanileman, dan juga kami pasti akan melakukan ganti rugi apabila benar itu terjadi kerusakan akibat dari pemasangan pancang,” ujar Adi.

” Pihak KCIC akan memberi ganti rugi bilamana rumah warga rusak akibat getaran dari pemasangan tiang pancang. Hanya, kami dan semua pihak akan mengcross check ke lokasi rumah warga secepatnya, untuk meninjau kebenaran dari keluhan warga Cipanileman,” pungkas Adi.
(Red)