Sikapi Banyaknya Persoalan Pedagang Pasar Seketeng, DPRD Sumbawa: MIRIS!

IMG-20190220-WA0019

JayantaraNews.com, Sumbawa

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumbawa, merasa miris melihat kondisi serta keadaan dengan berbagai permasalahan yang terjadi dan dialami para pedagang Pasar Seketeng pasca kebakaran yang sudah dipindahkan di Taman Kerato, Kecamatan Unter Iwis.

Selain kondisi lapak, minimnya fasilitas, juga adanya suatu pasar di dalam pasar, yang menyebabkan para pedagang Pasar Seketeng tersebut merasa dirugikan. Dan yang paling krusial, yaitu adanya gangguan premanisme.

Hal tersebut terungkap, ketika para pedagang menggelar aksi demo di Gedung Parlemen Sumbawa, Selasa (19/2).

Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Lalu H Budi Suryata, SP menyampaikan, bahwa dirinya setuju akan adanya jaminan keamanan terhadap para pedagang. Oleh karena itu, sangat setuju dibangunnya posko keamanan dan dibentuk tim khusus yang akan standby 1×24 jam di lokasi pasar.

IMG-20190220-WA0018

Namun, bukan hanya menjaga keamanan, tapi posko itu juga bisa berfungsi menampung serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lokasi tersebut. Ia juga meminta Pemda dapat membenahi dan mengadakan fasilitas yang masih kurang.

Kemudian, Wakil Ketua DPRD Kamaluddin, ST, M.Si saat menerima para pedagang mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah wajib bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan pedagang Pasar Seketeng di Taman Kerato. Tidak diperkenankan adanya peraturan lain, selain yang diberlakukan pemerintah.

Bahkan dia prihatin dengan adanya ketidakadilan yang terjadi, intimidasi, bahkan pemukulan terhadap para pedagang Pasar Seketeng oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Ini harus diantisipasi dengan melibatkan aparat keamanan baik Polisi, TNI dan Satpol PP.

” Pemda harus tegas, agar tidak lagi muncul persoalan baru, jika tidak aman maka amankan. Kami tidak ingin negara ini dikendalikan preman. Di situlah pemerintah harus hadir dan ada,” tegasnya.

Dia meminta Pemerintah Daerah untuk memperhatikan masalah transportasi yang menuju arah Taman Kerato, tempat relokasi para pedagang Pasar Seketeng tersebut.

Untuk diketahui juga, dengan tidak adanya akses jalur transportasi ke sana, maka tarif transportasi dinaikkan secara sepihak, sehingga menjadi mahal. Perlu dilakukan rekayasa ulang terkait transportasi ini, ujar Kamal Politisi PPP akrab disapa.

“ Kami minta semua masalah harus dituntaskan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbawa Muhammad Yamin, SE, M.Si mengatakan, bahwa sangat tidak mungkin memenuhi keinginan pedagang untuk kembali pindah ke Pasar Seketeng, karena pembangunan pasar akan segera diprogres.

Jika pedagang dikembalikan akan merepotkan dan menimbulkan masalah baru. Pembangunan akan terhambat, dan akses alat berat ke lokasi proyek tertutup pedagang.

Kemudian, terkait keamanan, ia meminta Polisi dan Satpol PP bertindak tegas jika ada sekelompok orang yang menimbulkan kegaduhan di Pasar Taman Kerato. Namun perlu juga Pemda memikirkan anggaran untuk pengamanan.

Selain itu, Politisi Hanura Yamin Abe meminta agar tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apapun termasuk biaya sedot limbah yang rencananya akan ditanggung pedagang, ucapnya.

Di lokasi yang sama, Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten I, Dr HM Ikhsan, M.Pd mengakui, bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di pasar tersebut. Pemerintah juga berkomitmen untuk melengkapi fasilitas pendukung, dan akan mengakomodir setiap persoalan para pedagang. Pemda akan membangun posko pengaduan dan pengamanan, selain akan membentuk tim penertiban pasar.
(Zi Jn)