Kapolda Kalbar: Melawan Petugas Dalam Peredaran Narkoba, Tembak Di Tempat!

IMG-20190316-WA0037

JayantaraNews.com, Kalbar

Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono, SH, MH mengundang lagi para Insan Pers dari media cetak, elektronik, serta media online, dalam konferensi Pers nya soal pengungkapan kasus Narkoba.

Turut hadir dalam konferensi Pers tersebut dari pihak Kejati, Kasat Narkoba, BNN, Lapas Kelas II A Pontianak, yang dilaksanakan di Polda Kalbar lantai dasar Jalan Achmad Yani, Pontianak (13/3/2019).

Dalam acara tersebut, yang dimulai pukul 10.00 WIB, Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono yang akrab dengan media, bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), memaparkan tentang keberhasilan dalam menangkap dan mengungkap kasus peredaran sabu-sabu dan ekstasi sebanyak 10 tersangka dari Malaysia.

Sempat juga begitu gerah Kapolda dalam pemaparannya. ” Masih ada peredaran seperti ini, maksudnya peredaran Narkoba. Sempat beberapa bulan yang lalu kita katakan, usahakan zero di wilayah hukum Kalbar, kok masih muncul lagi,” tandasnya.

Namun Kapolda tidak patah semangat. ” Jika masih ada lagi,  kita perintahkan tembak di tempat jika ada yang melawan petugas dalam penangkapan, namun kita sesuai dengan protap, SOP,” tegas Kapolda.

Sebenarnya sudah banyak kita lakukan pengungkapan terkait kasus Narkoba seperti ini. Yang kita tangkap, ada yang diberi hukum yang berat, ada yang seumur hidup, namun masih saja tidak jera.
” Dari sepuluh tersangka, lima diantaranya merupakan tersangka penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu, dan sisanya merupakan peredaran Narkotika jenis Pil ekstasi.

” Untuk kasus jenis sabu-sabu, Irjen Polisi Didi Haryono mengungkapkan, bahwa mereka terbagi dua jaringan,  yaitu dua tersangka jaringan Kota Pontianak, dan tiga tersangka jaringan Internasional yang disalurkan ke Pontianak dan Singkawang”.

” Untuk dua tersangka jaringan dalam Kota Pontianak kita tetapkan tersangkanya tiga, masing-masing berinisal Sw (pengedar), Rm (kurir) dan Nr (pemilik barang). Dari tiga tersangka tersebut, baru dua yang kita amankan, yakni Sw dan Rm dengan barang bukti 2000 gram / 2 kilo, 1 (satu) unit HP Android Merk VIVO warna hitam, 1 (satu) unit HP Merk Samsung warna putih, 1 (satu) unit HP Android Merk Samsung warna putih. Sedangkan Nr masih dalam pengejaran,” ungkap Irjen Didi Haryono usai gelar Konferensi Pers nya di Mapolda Kalbar.

IMG-20190316-WA0038

Terpisah, dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalbar, juga mengamankan empat orang tersangka peredaran Narkotika jenis ekstasi. Dari pengembangan yang telah dilakukan dari empat orang pelaku tersebut, dua diantaranya merupakan penghuni Lapas Kelas II A Pontianak.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala BNN Provinsi Kalbar, Suyatmo mengatakan, bahwa kasus itu terungkap setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, terkait dengan adanya teransaksi Narkotika jenis ekstasi, yang hendak disebarkan di sekitar Pontianak melalui jalan Trans Kalimantan pada tanggal 25/2 lalu. Masing-masing berinisial Mk, Jn, Yd, Rpp dengan barang bukti sabu 2000 gram, 3 (tiga buah) Hp dan satu unit mobil. Sedangkan binaan warga Lapas II A adalah Yd dan Rpp terang Suyatmo. (RH)