Marak Trafficking TKI Saudi Oleh Oknum Sponsor Lotim, Tanpa Prosedur Yang Jelas!

IMG_20190323_201330

JayantaraNew.com, NTB

Maraknya trafficking oleh oknum sponsor inisial MNA nama samaran yang beralamat di Dusun Jorong, Desa Wanasaba Induk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tanpa prosedur yang jelas.

Berdasarkan laporan yang dilakukan oleh suami korban Supiandi kepada salah satu Lembaga Pemberdayaan dan Perlindungan Ex TKI (LP2 Ex TKI), yakni suami dari NH (korban) trafficking yang dilakukan oleh salah satu oknum sponsor (MNA) dengan memberangkatkan istrinya atas nama NH, dengan cara tidak prosedural.

Menurut Supiandi, bahwa istrinya (NH) diberangkatkan tanpa sepengetahuan suami (tidak ada izin suami secara tertulis).

Dengan sangat kesal dan muka yang pucat, Supiandi tidak menyangka kalau istrinya pergi tanpa izin darinya,” Padahal, katanya, belum seminggu ini, saya sudah kirimkan uang hasil kerjanya di Bali, namun entah kenapa tiba-tiba dia nelepon ke saya dengan mengatakan, kalau dia sudah di Jakarta, di rumah penampungan, dengan tujuan ke luar negeri (Arab Saudi),” ulasnya.

Mendengar hal itu, sontak saja Supiandi terkejut. ” Awalnya saya tidak percaya. Namun setelah saya pastikan dengan menghubungi keluarga saya di rumah via telepon, saat itu saya diberitahukan kalau istri saya betul telah meninggalkan anak-anak saya,” beber Supiandi.

Kemudian, sempat Supiandi menghubungi istrinya untuk disuruh pulang, numun istri korban bersikeras, hingga suami korban semakin pusing dengan sikap istrinya. Kesalnya lagi, kata Supiandi, saat dirinya menanyakan ke istri (NH),” Siapa yang berani memberangkatkanmu tanpa ada izin dari saya,” tanyanya, namun NH sang istri tidak menjawab, dan menyembunyikan nama sponsornya, karena menurut NH, takut kalau sponsornya akan dilaporkan.

Dengan kondisi yang serba bingung hingga mencari orang pintar, dengan tujuan supaya anaknya yang masih kecil tidak menangis terus mencari ibunya, namun tetap tidak ada perubahan yang berarti.

Hingga suatu ketika, pada Rabu (20/03), Supiandi mendapatkan kecelakaan di ruas Jalan Dasan Geres menuju karang baru dengan luka yang cukup parah di bagian kepala dan hampir kritis, kemudian dilarikan ke UGD Klinik Riza Selong.

Mendengar kabar dari keluarga tentang suaminya yang kecelakaan, NH (istri korban) pun menangis, hingga menyesali tindakannya dan bersikeras ingin pulang. Namun sponsor (MNA) tidak memberikan pulang NH, sebelum keluarganya mengembalikan kerugian dengan jumlah yang cukup besar, yakni Rp 20.000.000,-. Apabila uang tersebut dapat dikembalikan, maka NH bisa pulang, jelas keluarga korban.

Dengan kejadian tersebut, NH pun terbuka dan memberitahukan kepada keluarga suaminya, kalau yang memberangkatkan dirinya, yakni MNA, berasal dari Jorong Daya dengan lokasi rumah dekat Penggilingan Padi Dusun Jorong Daya, Desa Wanasaba Induk.

Untuk mengetahui kebenaran informasi dari keluarga korban, Tim JayantaraNews.com mengkonfirmasi pelaku (MNA) via telepon dan whatsApp. Ia mengatakan, kalau keluarganya NH yang langsung datang ke rumah, kemudian menyerahkan NH untuk diberangkatkan dengan sudah dikasih izin oleh suaminya, kata Mona kepada JayantaraNews.com.

Kemudian, tambah MNA, mengenai suaminya yang di rumah sakit, mereka komunikasi baik-baik saja, dan ngga ada masalah, tulis MNA via whatsApp.

Mengenai izin, tanyakan saja kepada orang tuanya NH, sahut salah satu teman MNA yang tidak mau menyebutkan namanya.

Saat ditanyakan terkait legalitas, kawan MNA selalu mengucap berulang-ulang,” Tanyakan kepada orang tuanya, baru kita omongin masalah legalitas,” katanya dengan nada keras.

Penasaran dengan informasi yang didapat, Tim JayantaraNews.com, terus mengorek informasi, hingga mendatangi rumah Ibunya NH, soal kejelasan anaknya yang diberangkatkan. Bahkan katanya,” Saya tidak pernah ikut terlibat mengizinkan anak saya NH pergi ke luar negeri. Itu karena kemauannya sendiri,” ucap ibunya.

Tujuannya, supaya dia bisa bikin rumah untuk mandiri dari keluarga suaminya, karena selama ini, cerita NH kalau keluarga suaminya yang menafkahi dia dan anaknya. ” Itu sebabnya, dia nekad untuk pergi keluar negeri, namun kalau masalah izin, kata NH kepada ibunya, menurut pengakuannya, bahwa dia sudah diizinkan lewat sms. Namun jelas diakuinya, tidak melalui prosedur desa, dan tanda tangan suaminya, jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, MNA dan kawannya tidak bisa menunjukkan legalitas perekrutan dan itikad baiknya kepada keluarga dari suami korban.

Hingga Sabtu (23/03), sempat dihubungi, dan MNA pun mengatakan,” Kalau NH sudah saya suruh pulang, namun harus dengan tiket beli sendiri,” tutup Mona. (Olenk JN)

Bersambung..!!!