Loading...

SatresNarkoba Polres Bukittinggi Ringkus Pengedar Narkoba Di Kampung Baru

IMG-20190327-WA0345

JayantaraNews.com, Bukittinggi,

Tim Satuan Reserse Narkoba (SatresNarkoba) Polres Bukittinggi meringkus pengedar Narkoba di Jorong Sianok Anam Suku, Kampung Baru, Rabu (27/3/2019).

Penangkapan pengedar ganja pada jam 16:35 WIB di Sianok, awalnya dari informasi masyarakat, bahwa tersangka mengedarkan ganja di Nagari Sianok, Anam Suku Kampung Baru, Kecamatan lV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Bukittinggi.

Menurut Kasat ResNarkoba AKP Pradipta Pratama Putra melalui JayantaraNews.com mengungkapkan, tersangka berinisial R (35) ditangkap saat berada di rumah mertuanya di Jorong Sianok Anam Suku Kampung Baru Kenagarian Sianok Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam, tuturnya.

IMG-20190327-WA0346

Kasat menjelaskan, dari tangan tersangka berinisial R (35) ditemukan barang bukti sejenis ganja paket besar yang diduga  akan diedarkan oleh tersangka R, kondisi terbungkus dengan plester warna coklat, tujuh paket sedang ganja yang terbungkus plastik bening, dan tujuh paket kecil ganja yang terbungkus kertas warna coklat.

” Barang haram tersebut dibawa dari Padang ke Bukittinggi sebanyak 1 Kg dan akan diedarkan di wilayah Bukittinggi dan Payukumbuh,” ulas Kasat.

Kasat menambahkan, saat dilakukan penangkapan, tersangka sedang memaketkan barang haram tersebut yang hendak dijual dan diedarkan yang dibantu oleh adik iparnya yang inisial Y, yang sempat melarikan diri saat dilakukan penangkapan lewat pintu belakang rumahnya.

” Saat dilakukan pengeledahan di depan istri, mertua, RT/RW dan ketua pemuda, ditemukan barang bukti tersebut dalam satu tas warna hitam yang tergantung dalam kamar tersangka R, diketahui juga R dan adik iparnya Y sering memakai ganja,” tutupnya.

Seterusnya, tersangka dan belasan paket ganja langsung dibawa ke Polres Bukittinggi untuk diproses lebih lanjut, karena tersangka telah dijerat Pasal 112 & Pasal 114 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan tersangka diancam  maksimal 6 hingga 20 penjara. (ZUL)