Loading...

Tak Sanggup Bayar Retribusi, Pedagang Pasar Bukittinggi Diancam Oknum Pemko

IMG-20190305-WA0101

JayantaraNews.com, Bukittinggi

Tindakan tidak menyenangkan dirasakan oleh para pedagang di Pasar Kota Bukittinggi oleh beberapa oknum Pemerintah Kota terhadap masyarakat yang tidak sanggup bayar Retribusi Pasar. Atas tindakan tersebut, bahkan para pedagang mengaku diancam, Senin (4/3/2029).

Para pedagang di Bukittinggi mengaku diancam Pemko Kota Bukittinggi. Informasi ini diperoleh dari beberapa orang narasumber melalui JayantaraNews.com saat diwawancarai.

Salah seorang pedagang yang diancam oleh oknum Pemko Bukittinggi memperlihatkan sebuah  bukti ancaman dari Pemko Bukittinggi. Pedagang yang tidak sanggup bayar retribusi mengaku diancam Pemko jika tidak membayarkan retribusi pasar.

Menurut penuturan salah seorang pedagang,” Kami diancam, jika tidak sanggup bayar retribusi pasar, maka hak sewa kami dicabut,” tuturnya.

IMG-20190305-WA0435

Saat mendatangi DPRD Kota Bukittinggi bersama ratusan pedagang lainnya, mereka meminta keadilan.

Pedagang yang merasa diancam menyampaikan, dalam surat yang diberikan Pemerintah Kota Bukittinggi tersebut sambil menyebutkan, bagi pedagang yang memiliki kartu kuning yang memiliki hak sewa untuk segera melunasi retribusi pasar tersebut, dan apabila tidak sanggup membayar retribusi pasar selama 3 bulan berturut-turut, sesuai Perda No 22 Tahun 2004, maka hak sewa pedagang akan dicabut.

” Ini semua sudah keterlaluan sekali. Dengan cara mengancam pedagang agar retribusi lancar, jadi bagi pedagang yang tidak sanggup bayar retribusi mereka akan dipindahkan ke tempat lain,” ungkap para pedagang dengan nada kesal.

Lalu mereka menambahkan, bahwa dengan adanya kondisi yang kita rasakan saat ini, tidak memungkinkan bagi pedagang bisa menyetujui kenaikan retribusi pasar yang baru, sedangkan yang lama saja masih ada yang belum terbayarkan karena kondisi pasar dengan daya beli yang menurun, katanya.

Para pedagang menginginkan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, SH bisa duduk bersama para pedagang untuk meninjau kembali kenaikan retribusi pasar yang baru ditetapkan.

Kami semua adalah pedagang yang menginginkan keadilan dari Wali Kota dan DPRD setempat, untuk duduk bersama kami khususnya. ” Bagi para pedagang untuk meninjau kembali kenaikan retribusi pasar yang baru yang telah ditetapkan oleh wali kota. Karena kenaikan retribusi ini seharusnya ada sosialisasi dan pemberitahuan ke kami,” tambahnya.

Kami berharap, Pemerintah Kota Bukittinggi berikut DPRD Kota Bukittinggi setempat, bisa mendengarkan aspirasi para pedagang untuk mencabut kembali Peraturan Wali Kota yang baru tersebut,” tutupnya. (Zul Jn)