Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula: Milenials Garda Terdepan  Ajang Pemilu 2019

IMG-20190325-WA0194

JayantaraNews.com, Mataram

Kegiatan seminar Pemilu yang mengangkat tema tentang “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Meggunakan Hak Pilihnya Di Tahun 2019“, berlangsung dengan lancar dan edukatif.

Kegiatan yang berlokasi di Gedung PGRI NTB pada hari Senin, 25 Maret 2019, dihadiri oleh para narasumber dari kalangan Bawaslu, KPU dan Akademisi serta 105 orang peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, PKC PMII NTB yang diwakili oleh Aziz Muslim, menyampaikan pentingnya anak muda membantu KPU dalam mewujudkan Pemilu yang berintegritas. Hal ini disebabkan oleh beberapa fenomena yang menguat ke permukaan, seperti banyak oknum yang menganjurkan masyarakat untuk menjadi golput dan penggelindingan isu untuk tidak percaya pada penyelenggara Pemilu.

IMG-20190325-WA0195

“ Pemilu merupakan buah dari reformasi yang pada zamannya diraih dengan penuh pengorbanan dari senior-senior kita, peran kita sekarang dalah bagaimana menjaga Pemilu ini jauh dari intrik-intrik kejahatan seperti hoax, money politik, dan kampanye hitam”.

Pemerintah sebagai operator utama dalam Pemilu ini seharusnya juga paham apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam Pemilu ini, sehingga bisa bergandengan tangan untuk bersama-sama menciptakan Pemilu berintegritas, lanjutnya.

Pernyataan di atas dibenarkan oleh Kepala Kesbangpoldagri yang diwakili oleh Normal Suzana, SH, yang dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kaum muda itu harus menjadi pelopor dalam pelaksanaan Pemilu di tahun ini. Kepeloporan tersebut dapat dibuktikan dengan berdiri paling depan untuk melawan segala macam hoax dan money politik di masyarakat.

Karena Pemilu merupakan ajang 5 tahunan, maka bukan hanya dihajatkan untuk memilih pemimpin, tetapi bisa dijadikan sebagai ajang yang ceria bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat banyak event-event ceria dalam pelaksanaannya dan dalam event tersebut diselipkan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan mengawasi jalannya Pemilu di tahun ini.

Hal ini disampikan Agus Hilman dari KPU, dalam materi yang disampaikan, yaitu bahwa Pemilu harus dijadikan sebagai ajang hiburan bagi masyarakat, disamping juga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Hal ini akan memberikan nilai tersendiri bahwa ajang Pemilu tidak hanya berbicara masalah politik saja, tetapi bisa juga menjadi panggung hiburan yang edukatif bagi masyarakat, ujarnya.

Kegiatan seminar ini ditutup dengan pemberian plakat sebagai kenang-kenangan dari panitia, dan lahirnya komitmen bagi semua peserta untuk sama-sama mensukseskan Pemilu serentak di tahun 2019 ini. (Ichsan)