Warga Linggar Wilayah Sektor 21 Keluhkan Bau Limbah Yang Menyengat

IMG-20190306-WA0040

JayantaraNews.com, Rancaekek

Selama ini Program Citarum Harum di wilayah Dansektor 21 belum ada hasil yang maksimal. Pasalnya, di wilayah Kabupaten Sumedang dan Kecamatan Rancaekek masih banyak pabrik yang nakal dengan membuang air limbah ke solokan/sungai, seperti ke Sungai Cimande dan Cikijing, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Sehingga masih banyak dampak keluhan warga masyarakat sekitar, Rabu (6/03/2019).

Kepala Desa Linggar H Ajat Sudrajat saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan,” Kami sering menerima keluhan dari warga masyarakat yang mengadu mengenai dampak bau air limbah yang melintas ke wilayah kami”.

IMG-20190306-WA0157

” Dampak dari air limbah tersebut menjadi keluhan warga kami, karena baunya sangat menyengat. Selain itu, air limbah sangat hitam, diduga dari air pencelupan PT Kewalram, PT Sunson yang ada di wilayah Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, yang dibuang melalui saluran drainase pinggir jalan provinsi di depan Pabrik Kewalram yang masuk melewati drainase pinggir jalan provinsi sebelah kanan arah Bandung yang melewati wilayah desa kami, sehingga masuk ke Sungai Cimande dan Cikijing,” jelas Ajat.

IMG-20190306-WA0159

Selain dari PT Kewalram, lanjut Ajat, perusahaan di wilayah Cimanggung, Kabupaten Sumedang, yakni PT Sunson, Karina, yang membuang air limbah langsung ke saluran/solokan, bahkan bukan baunya saja dampak air limbah tersebut, para petani pun mengeluhkan karena air limbah tersebut hitam dan bau hingga menimbulkan gatal-gatal, paparnya.

Masih kata Ajat, selain warga Desa Linggar, warga desa yang lain pun merasa dirugikan dengan dampak air limbah dari pabrik, karena air limbah dari wilayah Cimanggung Sumedang mengalirnya ke Sungai Cimande dan Cikijing wilayah Kecamatan Rancaekek, menyebar ke beberapa desa, ungkapnya.

Menurut Ajat, selain dari wilayah Kabupaten Sumedang, masih banyak pabrik yang di wilayah Rancaekek yang membuang air limbahnya langsung ke sungai, seperti PT Sanotex, Londri, Wiratama, dan lainnya, sebut Ajat.

Padahal, selama ini pemerintah sudah mengeluarkan peraturan tentang Program Citarum Harum, bahkan hingga mengeluarkan biaya yang besar untuk Program Citarum Harum, tetapi fakta di lapangan, masih banyak pabrik di wilayah Sumedang dan Rancaekek yang membuang air limbah ke sungai.

Oleh karena itu, perlu ketegasan dari pihak instansi terkait terhadap perusahaan-perusahaan di wilayah yang nakal, jangan hanya slogan saja yang dipasang di setiap pabrik : “Kami Mendukung Program Satgas Citarum Harum”, tapi nyatanya, mereka masih membuang air limbah ke sungai, imbuhnya.

Di tempat berbeda, beberapa warga Kp Linggar mengatakan,” Kami sangat terganggu setiap hari, dengan dampak baunya air limbah yang mengalir ke saluran drainase pinggir jalan ini (jalan provinsi), karena rumah kami di pinggir jalan dekat saluran drainase, sehingga merasa terganggu dengan baunya setiap hari pagi ataupun sore hari, katanya.

Menurutnya, air limbah itu diduga dari air pencelupan PT Kewalram dan pabrik lainnya yang ada di wilayah Cimanggung Sumedang. Bahkan menurut informasi dari orang dalam, PT Kewalram membuang limbahnya lewat depan melalui paralon besar dekat masjid yang langsung mengalir ke saluran drainase pinggir jalan dan membuangnya setiap pukul 22.00 WIB, ucapnya.

Warga Kp Bojong Bolang RT 03/04, Desa Bojong Bolang, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, ketika ditanya media mengatakan,” Air limbah ini dari pencelupan PT Kewalram. Selain hitam, setiap hari warga sekitar merasa terganggu dengan baunya yang menyengat,” keluhnya.

Kalau dulu mah, lanjutnya, sepertinya buang air limbah tidak setiap hari, sekarang mah setiap hari buang air limbah celupannya. Sehingga setiap hari dampak air bau yang menyengat dari celupan itu mengganggu warga sekitar. Apabila turun hujan deras pabrik membuang air limbahnya, hingga kelihatan hitam dan bau, ungkap warga.

Menanggapi hal itu, di tempat berbeda, Sertu Erik Rusiana, petugas Satgas Citarum Harum Dansubsektor 15 wilayah Cimanggung Kabupaten Sumedang, mengatakan,” Kami sering mendengar keluhan dari warga masyarakat mengenai air limbah dari PT Kewalram, tetapi kami setiap hari patroli belum pernah menemukan ada buang air limbah dari PT Kewalram dan lainnya,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Sertu Erik, kami berharap kerjasamanya kepada warga masyarakat sekitar dalam mengahadapi permasalahan ini, karena ini tanggung jawab kita semua. Apabila warga sekitar menemukan ada pabrik yang langsung membuang air limbahnya ke sungai ataupun saluran, langsung melaporkan ke kami, dan kita akan tindak tegas bersama-sama ke pabrik tersebut, tegasnya.

Karena selama ini, pihak pabrik suka kucing-kucingan dengan petugas dalam membuang air limbahnya, maka apabila kami menemukan langsung atau ada laporan dari warga banwa ada pabrik yang membuang air limbah pabrik, kami akan langsung melakukan penutupan dengan dicor lubang pembuangan air limbah tersebut sesuai perintah dari Komandan kami Dansektor 21, tandasnya.

Dengan dipasangnya slogan di setiap perusahaan, menurutnya, mereka harus mempertanggungjawabkan, jangan asal dalam slogan saja, tapi nyatanya mereka masih tidak mendukung, kami akan tindak tegas perusahaan tersebut, karena kami sangat malu oleh warga masyarakat, imbuhnya.

Adanya tanggapan dari warga sekitar mengenai kurang tegasnya Petugas Satgas Citarum Harum, ia mengatakan,” Kami sangat berterimakasih. Namun kami sudah melakukan semaksimal mungkin dengan melakukan patroli ke wilayah pabrik setiap saat, tetapi kami anggap asumsi warga itu suatu motivasi bagi kami, agar kami lebih giat dan tegas lagi dalam menyikapi perusahaan yang nakal,” pungkas Sertu Erik didampingi Prada Kiki dalam patrolinya di belakang PT Kewalram, Rabu (6/03). (Tim Jn)