Amburadul Saksi Pemilu PDI-P Kab Bandung Sisakan KEKECEWAAN!

IMG_20190422_131457

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Digagalkannya para saksi Pilpres dan Parpol untuk Partai PDI-P di tiap TPS khusus untuk Kabupaten Bandung, sisakan kekecewaan.

Rasa kekecewaan ini mencuat dari beebagai pihak, baik dari Ketua Ranting maupun Ketua PAC beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung.

Salah satunya muncul dari salah satu Ketua Ranting PDI-P di Kabupaten Bandung yang enggan disebutkan jati dirinya.

Dia mengungkapkan, dirinya sudah mencari dan merekrut untuk keperluan Saksi Pilpres dan Parpol pada Pemilu kali ini, namun gagal hanya karena katanya di over alih, atas instruksi TKN (Tim Kampanye Nasional) dari Partai Golkar.

” Saya sudah mencari 100 orang saksi selama 3 hari buat saksi TPS, untuk Presiden 50, untuk Parpol 50. ” Hanas aing teu jadi saksi ka batur, apal kieu mah,” (Menyesal saya ngga menjadi saksi ke partai lain),” ujarnya seraya menirukan salah satu saksi gagal hasil rekrutan dirinya.

IMG_20190422_131445

” Ketika hari H nya tiba, namun Saksi untuk Pilpres dan Parpol nyatanya digagalkan. Saya beban moral untuk para calon saksi yang sudah saya rekrut,” ditambahkannya lagi.

Kekecewaan senada pun diungkapkan salah satu Calon Legislatif Dapil 3 Kabupaten Bandung, Bunga, (nama samaran).

Ia menuturkan,” Saya mempersiapkan saksi untuk 4 Kecamatan saja sudah sekitar 1300 an orang”.

” Bayangkan! Total Saksi untuk Pilpres di Kabupaten Bandung dari 31 kecamatan sebanyak 10 ribuan orang. Apakah mereka pada ngga kecewa?,” ungkap Bunga dengan penuh kekecewaan.

” Ini maksudnya gimana? Katanya pertanggungjawaban ada di Partai Golkar. Kami kecewa, karena secara tidak langsung ini sama saja tidak mendukung untuk kemenangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01,” urai Bunga lagi.

Kekecewaan demi kekecewaan juga dirasakan oleh sebagian Ketua Ranting dan PAC beberapa wilayah di Kabupaten Bandung.

Sementara itu, dikonfirmasi JayantaraNews.com, Senin (22/4) melalui pesan WhatsApp-nya, AP Ketua PAC wilayah lain di Kabupaten Bandung menguraikan. Kami kasihan kepada para pengurus ranting, ketika digagalkannya perihal saksi. ” Ari nyarita jiga nu enya, teang saksi nu ngarti, cerdas, muda. Ari nggeus aya dikecewakeun…!! Naha jadi amburadul kieu..! (Kalau cerita kaya yang iya. Cari saksi yang ngerti, cerdas, muda. Tapi setelah ada dikecewakan…!! Kenapa jadi amburadul begini..!),” ujar AP, menirukan salah satu pengurus ranting binaannya.

” Ketua!, nyari saksi itu ngga mudah. Harus ada pemantapan, perlu biaya, deal jadi saksi akhir penentuan. Digagalkan, terus gimana coba ..???, Ketua harus tanggung jawab!!!,” sebut salah satu Ketua Ranting, yang disampaikan AP selaku Ketua PAC Kabupaten Bandung.

” Selain kecewa, para saksi mengacaukan suara Pileg maupun Pilpres. Dari 544 saksi, setengahnya kecewa berat….!!
Mereka kaum milenial, karena kalau yang biasa sudah militan.!!”.

” Coba DPC kalau mau ngambil sikap itu yang rasional, jangan se’enaknya aja. Kenapa ngga ada komunikasi dari awal???,” tutup AP, dengan nada dongkol. (Tim)