Aktivis Tanjungbalai Sesalkan Tindakan Yang Tak Kedepankan Perikemanusiaan

IMG-20190525-WA0123

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Gerakan Nasional, terkait protes pasca hasil Pemilu 17 April lalu dari berbagai elemen masyarakat yang berbondong-bondong menduduki gedung Bawaslu RI, berakhir ricuh. Apalagi adanya tindakan-tindakan representatif yang dilakukan sahabat-sahabat dari Aparat Penegak Hukum dalam menghalau dan membubarkan massa aksi.

Hal ini disertai dengan adanya hambatan-hambatan dalam menggunakan media sosial Facebook (FB) dan WhatsApp (WA) hingga membuat masyarakat gerah.

Aktivis vokal Tanjungbalai Nazmi Hidayat, yang akrab disapa Bung Naz Sinaga, menanggapi hal itu.

” Tindakan-tindakan yang diambil sahabat-sahabat Kepolisian, dalam membubarkan massa aksi, kami nilai sangat tidak wajar, tidak memiliki perikemanusiaan, dan terindikasi melanggar HAM, yang mengakibatkan banyaknya jatuh korban jiwa dari beberapa video yang dishare.”

Yang sangat menyayat hati, adanya dugaan keras tindakan membabi buta terhadap remaja hingga meninggal dunia. ” Ini jelas sangat mencoreng integritas sahabat-sahabat Kepolisian sebagai pengayom masyarakat,” paparnya.

Nazmi menambahkan. ” Maka, berdasarkan hal-hal tersebut, kami dari masyarakat Kota Tanjungbalai, mengecam keras tindakan-tindakan representatif yang dilakukan secara membabi buta oleh sahabat-sahabat dari Kepolisian (Aparat Penegak Hukum) dalam pembubaran massa aksi yang sangat tidak manusiawi dan terindikasi melanggar HAM.”

” Selain itu, kami meminta dengan tegas kepada sahabat-sahabat Kepolisian Kota Tanjungbalai, untuk tidak melakukan hal-hal yang demikian terhadap masyarakat Tanjungbalai. Kami dari Gabungan Aktivis Kota Tanjungbalai akan menyikapi hal ini,” tandas Naz.

” Ingat Pak, tugasmu mengayomi..! Jadi jangan terlalu jauh ikut dalam kompetisi.” (Eko Setiawan)