SAPMA PP Pangandaran Lakukan Kajian Terkait UMK & Kesejahteraan Buruh

IMG-20190501-WA0089

JayantaraNews.com, Pangandaran

Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Pangandaran, menyambut baik dan ikut bangga kepada daerah Pa­ngandaran yang akan menjadi tempat pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya, dan pastinya diperlukan tenaga kerja yang profesional dan kompeten.

Akan tetapi, melihat realitas pengupahan dari pihak perusahaan di lapangan saat ini, sangat mengerikan dan mencekam untuk diminati para profesional dan kompeten kedepan.

IMG-20190501-WA0088

” Pembentukan Pangandaran menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) apa kabar? jika Pemerintah masih enggan turun tangan melihat realitas yang ada saat ini, dalam aspek ‘Kesejahteraan Buruh’ dan juga ‘Upah’ yang diterima itu, sangat jauh dari layak,” ujar Ketua SAPMA PP Pangandaran, Andriana Mulya, S.Pd, Selasa, (01/05/19)

Padahal, lanjutnya, kenaikan UMK untuk Pangandaran itu sangat istimewa, yaitu 10%, tapi kenapa di Pangandaran masih ada yang digaji di bawah 1 juta?.

” Kenaikan UMK Khusus dan Spesial untuk Pangandaran, yaitu 10%, dan sudah dikupas tuntas oleh Gubernur Jawa Barat, namun tidak tuntas direalisasikan di Pangandaran. Maka itu, bagaimana mungkin pengembangan ekonomi ini akan bisa dilirik dan diminati para profesional,” imbuhnya.

Atas hal itu, SAPMA PP Pangandaran melakukan kajian internal, yang khusus membahas tentang kesejahteraan buruh dan karyawan di Kabupaten Pangandaran, dimana semakin hari semakin tertindas.

” Kajian ini dilakukan oleh intern pengurus SAPMA PP Pangandaran, dan sengaja dilakukan demi terwujudnya cita-cita bersama masyarakat dan program pemerintah menjadi Pangandaran Hebat,” pungkasnya. (Nana JN)