SatResNarkoba Polres Tanjungbalai Amankan 8 Kg Paket Chatinone

IMG-20190517-WA0092

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

IMG-20190517-WA0093

Mendapat informasi dari Dit Res Narkoba Polda Sumut tentang akan masuk/adanya paket yang mencurigakan dari Negara Ethiopia menuju Tanjungbalai melalui Kantor Pos, Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai melakukan penyelidikan dan pemantauan di lokasi serta koordinasi dengan pihak Kantor Pos.

Alhasil, Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai, berhasil mengamankan seorang nelayan, sebagai tersangka saat menjemput paket di Kantor Pos Cabang Tanjungbalai, Jalan Jend. Sudirman, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, yang setelah dibuka 1 (satu) buah karton berisikan 4 (empat) bungkus plastik besar dengan isi diduga Narkotika jenis Cathinone (daun kath) berat kotor sekitar 8 Kg, Jum’at (17/5/2019) sekitar pukul 09.30 WIB.

Hal ini dilontarkan Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, SH, SIK, MM, didampingi Waka Polres Kompol Edi Bona Sinaga, SH melalui Kasat Res Narkoba AKP Adi Haryono, SH didampingi Kasubbag Humas IPTU Ahmad Dahlan Panjaitan, di ruang kerjanya.

Dikatakan AKP Adi Haryono, SH, bahwa penangkapan berawal dari informasi yang diberikan Dit Res Narkoba Polda Sumut, akan masuknya barang haram melalui pengiriman Kantor Pos, sehingga melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Pos.

Saat tersangka Hasanuddin (47), Nelayan, beralamat di Jln. Sei Pemali, Lingk IV, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai, menjemput atau mengambil kiriman dari Kantor Pos, yang tertulis dari Negara Ethopia dengan nomor pengiriman EG214756047ET ditujukan kepada NN Jalan Anwar Idris, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, Polisi langsung menangkapnya, ungkap AKP Adi Haryono, SH.

AKP Adi Haryono, SH menuturkan, isi sebuah kotak itu Daun Kath dengan berat kotor berkisar 8 Kg dengan beberapa fakta yang perlu diketahui masyarakat tentang Cathinone (daun kath) adalah : Dalam konvensi PBB untuk zat-zat Psikotropika pada tahun 1971 Cathynone dimasukkan ke dalam golongan I. Sedangkan Cathine yang terdapat dalam tanaman Khat dimasukkan ke dalam golongan III. Cathinone sintetis berupa amfepramone dan pyrovalerone dimasukkan kedalam golongan IV.

Lanjutnya, dalam Konvensi Zat Psikotropika Internasional pada tahun 1993, Chatinone ditetapkan sebagai obat-obatan terlarang golongan I dalam Undang-undang Pengawasan Psikotropika yang ditetapkan oleh DEA. Dalam Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Cathinone digolongkan ke dalam Narkotika golongan 1, dimana dalam daftar yang ada dalam undang-undang tersebut Cathinone terdapat pada urutan ke-35.

Lalu, kata AKP Adi Haryono, SH lagi, Cathinone dikenal sebagai Katinona atau Cathinone atau benzoyletanamina. Di pasaran, Cathinone juga sering disebut dengan nama haggigat terutama di Israel atau di Inggris disebut sebagai Neropedron (Nerophedrone), Cathinone merupakan zat monoamina alkaloid atau alkaloid aktif yang ada dalam tanaman Khat (Catha edulis) dan daun Khat segar memiliki efek psikoaktif yang lebih kuat daripada daun kering, beber Kasat Res Narkoba Polres Tanjungbalai.

” Paket yang dikirim ditujukan pengirim kepada Inisial NN Jalan Anwar Idris, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, masih dalam proses penyidikan dan pengembangan pihak Dit Res Narkoba Polda Sumut,” kata pria yang murah senyum ini melanjutkan.

Sedangkan untuk tersangka Hasanuddin (47), Nelayan, beralamat di Jln. Sei Pemali, Lingk IV, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai, sebagai penjemput barang haram tersebut, digiring ke Mako Polres Tanjungbalai, guna proses pemeriksaan intensif. Sabar ya bang, bila ada perkembangan pasti kita kabari,” jelas Kasat Narkoba AKP Adi Haryono, SH menutup. (Eko Setiawan)