Sidang Gugatan Tanah Di PN Bale Bandung Terkesan Unik & Dipaksakan

IMG-20190522-WA0041

JayantaraNews.com, Kab Bandung

IMG_20190522_115117

Menyikapi sidang perkara gugatan tanah yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Bale Bandung, Jl Jaksa Naranata, Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, seakan tak berkesudahan, dan terkesan ditunda-tunda.

Sidang gugatan atas tanah yang  berada di Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah tersebut, seakan memiliki nilai yang sangat luar biasa, karena Kepala Pengadilan Negeri Bale Bandung Sihar Hamongan Purba, SH, MH dalam kasus gugutan perdata tanah pada Pengadilan Negeri Bale Bandung Kelas IA dengan nomor register perkara 87/Pdt.G/2019/, bertindak langsung sebagai Ketua Hakim di PN Bale Bandung tertanggal 09 April 2019.

Namun entah mengapa, dalam sidang gugatan perdata itu selalu kandas tanpa ada hasil keputusan yang jelas.

Langkah sidang PN Bale Bandung yang tergolong istimewa itu, kini telah menjadi sorotan publik. Hal ini dikarenakan, yang bertindak sebagai Hakim Ketuanya adalah Kepala PN Bale Bandung itu sendiri.

Kasus sidang gugatan perdata atas tanah yang berada di Kelurahan Jelekong dan Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung sangat pragmatis sekali, karena, Cucun Wijaya yang berposisi sebagai komisaris di perusahaan PT Mentari Agung Mandiri, digugat oleh Ryan Alderie Wijaya yang menjabat sebagai Direktur Matahari Land.

Uniknya lagi, selain salah satu komisaris perusahaan ternama di Kabupaten Bandung (Cucun Wijaya) yang tergugat, Kepala Kelurahan Manggahang, Kepala Kantor Kecamatan Baleendah dan BPN Soreang pun ikut tergugat.

IMG_20190522_115101

Persoalan lucunya, dalam kasus gugatan tanah di Kelurahan Manggahang ini, adalah dimana tanah yang sudah menjadi dan jelas-jelas memiliki Akta Jual Beli (AJB), namun disulap dan dikembalikan dalam gugatan menjadi girik atau hanya menggugat Letter C.

IMG-20190522-WA0039

Untuk itu, dalam sidang perdata di Pengadilan Negeri Bale Bandung yang Hakim Ketuanya adalah Kepala PN Bale Bandung, harus adanya peninjauan kembali, karena gugatan ini terlihat lucu dan rancu.

Kalau pun hakim akan memaksakan sidang itu tanpa pembuktian yang kuat dan ditunjang oleh para saksi yang memadai, ini akan menjadi boomerang bagi institusi pengadilan itu sendiri, karena sidang ini tergolong unik dan seolah-olah dipaksakan. (Tim JN)

Bersambung…!!!