Bejad! Cabuli Anak 9 Tahun, Orangtua Korban Minta Polres Karawang & KPAI Segera Usut Pelaku

IMG_20190626_173229

Gambar Ilustrasi

JayantaraNews.com, Karawang

Kasus dugaan Tindak Pidana Pencabulan terhadap MA (9 tahun) anak di bawah umur kelas 3 SD, oleh EH (pelaku), yang terjadi di wilayah Kecamatan Purwasari Karawang, Jawa Barat, kini mulai mencuat ke permukaan.

Pelaku (EH) yang juga berprofesi sebagai supir angkot pada waktu itu, dengan kelakuan bejadnya tega melakukan Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak yang masih di bawah umur (MA), yang selayaknya sebagai cucunya sendiri.

” Waktu itu, kejadiannya sekira setahun yang lalu. Namun KSM (orangtua korban), takut untuk melaporkan ke pihak Kepolisian. Alasannya, dia takut, karena si pelaku (EH), konon katanya dekat dengan para Polisi,” ujar sumber, dihubungi JayantaraNews.com.

Kini, setelah adanya temuan dan sudah adanya pelaporan ke Polres Karawang, nyatanya belum adanya titik temu juga. Padahal, pelaporan itu sudah dilakukan ke Polres Karawang, dan lebih dari satu minggu, dengan nomor: STTL/1001/VI/2019/JABAR/RES KRW.

IMG_20190626_172843

Orangtua korban kesal, dan meminta KPAI agar secepatnya memproses hukum pelaku (EH), dan meminta para penegak hukum wilayah terkait (Polres Karawang), agar secepatnya menangkap pelaku pencabulan yang menimpa putrinya.

” Saya heran, kok sampai sekarang belum ada titik terang untuk memproses kasus ini, setelah beberapa hari laporan. Katanya hari Senin akan dilakukan penyidikan. Tapi begitu saya telepon ke KPA (Komisi Perlindungan Anak), katanya Kamis. Saya jadi bingung,” ungkap orang tua korban (KSM).

” Saya pengin, pelaku Tindak Pidana Pencabulan (EH), segera ditangkap. Padahal sudah jelas, bahwa langkah-langkah atas kejadian itu, sudah kami lakukan. Visum sudah, bahkan surat hasil pemeriksaan dari dokter sudah akurat untuk barang bukti,” ditambahkan bibi korban.

IMG_20190626_172704

Keluarga korban meminta agar Aparat Penegak Hukum Polres Karawang, secepatnya  menangkap pelaku Tindak Pidana Pencabulan dimaksud, agar adanya efek jera, dan sebagai bukti, bahwa hukum memang sudah ditegakkan, pintanya. (Tim)