PT KA Kebiri Keppres, Reaktivasi Jalur Kereta Api JABAR Harus Batal Demi Hukum

IMG_20190613_164624

Ket: Lasman Siahaan (paling kanan), saat berkunjung ke Kemenhub beberapa waktu lalu

JayantaraNews.com, Bandung                       IMG-20190613-WA0063

Reaktivasi jalur kereta api Jawa Barat, harus batal demi hukum. Karena selain keluar dari Tupoksi dan mengangkangi Undang-undang No 23/2007 tentang Perkeretaapian, proyek tersebut berbau KKN. Demikian ditegaskan Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Lasman Siahaan, SH, MH kepada media, Kamis, 13/6/19. ” Ini sebagai bagian dari fungsi sosial kontrol kami selaku organisasi profesi jurnalis,” tandasnya.

Menurutnya, penunjukan tanpa tender PT KA Property Management (KAPM) sebagai kontraktor proyek, selain menghalalkan praktek KKN karena KAPM adalah anak perusahaan PT KAI (Kereta Api Indonesia) juga sebagai upaya mengkebiri Keppres tentang pengadaan barang dan jasa.

   IMG_20190613_164438

Karena itu, ujar Lasman yang juga advokat ini, pihaknya akan mengirim surat ke semua pemangku kepentingan perkeretaapian. ” Biar warning, bahwa kita tidak bisa sesuka hati mempermainkan uang rakyat selagi punya kuasa,” ujarnya geram.

Sebagaimana diketahui, PT KAI akan Reaktivasi setelah mangkrak sejak tahun 1982, jalur kereta api Cibatu-Garut. Selain jalur tersebut, PT KAI juga akan mengaktivasi tiga jalur lainnya di Jawa Barat.

PT KAI beralasan, jika menghidupkan kembali jalur-jalur tersebut agar dapat menggerakan roda perekonomian warga di sekitar jalur tersebut.

” Dengan reaktivasi, kemacetan di jalan raya dapat dikurangi, terjadi pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui kereta api, tercipta kemudahan akses ke lokasi wisata, dan hadirnya kepastian waktu dalam distribusi logistik,” ujar Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin.

Ke’empat jalur tersebut adalah rute Cibatu-Garut-Cikajang sepanjang 47,5 kilometer, rute Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 kilometer, rute Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 kilometer, dan rute Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 kilometer.

Proyek reaktivasi tersebut akan dimulai dari jalur KA Cibatu Garut. Rute tersebut memiliki panjang 19,3 kilometer. Jalur ini sejak tahun 1982 telah dihentikan operasionalnya, dan saat ini menjadi prioritas pertama PT KAI untuk reaktivasi jalur. Namun proyek yang memakan anggaran begitu besar tersebut, diwarnai praktek monopoli PT KAI.

PT KAI main tunjuk tanpa proses lelang kepada anak perusahaannya, yakni PT KAPM sebagai kontraktor proyek. Sementara, perusahaan swasta murni yang selama ini bergerak dibidang perkeretaapian di Jawa Barat, sama sekali tidak dilibatkan.

Catatan media mengungkap fakta, PT KAI sangat ambisius menguasai dan memonopoli dunia perkeretaapian dengan segala sarana penunjangnya, mulai bidang konstruksi, property, parkir, logistik, restaurant dan lainnya melalui anak-anak perusahaannya.

Selain PT KAPM, ada 5 anak perusahaan lainnya, yakni PT Riska Multi Usaha, PT Kereta Commuter, PT KA Pariwisata, PT Ralling serta PT KA Logistik. (Tim)