Warga Simpang Empat Asahan Keluhkan Sampah Puluhan Tahun Menumpuk

IMG_20190608_202011

JayantaraNews.com, Asahan

Warga Jalan Markas Dusun VII B Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, mengeluhkan joroknya tumpukan sampah  yang menimbun dalam parit, tak jauh dari SMP Negeri 1 Simpang Empat.

Sejumlah warga yang ditemui JayantaraNews.com, pada Sabtu (8/6/2019) menyatakan, bahwa tumpukan sampah tersebut hampir puluhan tahun menumpuk di dalam parit, hingga menghambat aliran parit dan menimbulkan bau busuk.

” Kami sangat resah dengan tumpukan sampah ini, karena hampir puluhan tahun tidak pernah diperhatikan dan menimbulkan bau yang busuk. Sementara, akibat menumpuknya sampah ini menghambat jalannya aliran parit. Kami takut semakin hari tanahnya semakin terkikis,” ungkap Yunus.

Lanjut,” Parit ini tanah milik PTPN yang di Simpang Empat, yang berbatasan dengan tanah masyarakat sini. Kami berharap, dinas terkait dan pihak PTPN agar memperhatikan dan melakukan pendalaman parit di sini agar tidak terjadi longsor,” harap Yunus salah satu warga.

Menurutnya, sampah yang menumpuk di sana, sebenarnya berasal dari sampah masyarakat. Namun akibat tidak disediakannya tempat sampah di sini, jadi masyarakat membuangnya di parit.

Warga lainnya membenarkan, bahwa sampah di dalam parit tersebut sudah puluhan tahun tidak pernah dibersihkan.

” Tidak pernah truck sampah dari dinas terkait untuk mengangkut dan membersihkannya, sehingga sampah ini numpuk dan baunya juga sudah mencemari lingkungan,” katanya.

Ia berharap, sampah yang menumpuk di parit Jalan Markas Dusun VII B Desa Simpang Empat, Kabupaten Asahan ini, dibersihkan dan dilakukan pendalaman, agar airnya mengalir lancar, mengingat tanahnya yang mulai rawan longsor.

Pantauan JayantaraNews.com, sampah terlihat menumpuk dan menimbulkan bau yang sangat busuk, sementara bibir parit yang juga akses jalan masyarakat mulai terkikis. Tidak menutup kemungkinan, jika tidak ada perhatian dinas terkait akan mengalami longsor.

Beberapa jenis sampah yang terlihat di lokasi tersebut, didominasi oleh sampah plastik walau terlihat juga sampah basah seperti bekas makanan yang sudah basi. (Eko Setiawan)