ARM Bongkar Dugaan Korupsi Mantan Bupati Tasikmalaya, Sang Istri Ajukan Tantangan!

JayantaraNews.com, Tasikmalaya

Mantan Bupati Tasikmalaya beserta istri mengutus orang untuk meredam gerakan ARM dalam membongkar dugaan keterlibatan mantan Bupati Tasikmalaya dan istrinya dalam kasus korupsi di Tasikmalaya.

Para aktivis Penggiat Anti Korupsi Nasional yang tergabung dalam wadah konsorsium ARM (Aliansi Rakyat Menggugat), bersama dengan beberapa LSM Penggiat Anti Korupsi Tasikmalaya dan Jawa Barat, menyatakan siap membongkar dugaan keterlibatan mantan Bupati Tasikmalaya dan istrinya dalam beberapa kasus korupsi di Tasikmalaya semasa menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

Hal tersebut terungkap pada saat Ketua Umum ARM beserta timnya memenuhi undangan dari beberapa Tokoh Masyarakat Tasikmalaya juga beberapa Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Pada kesempatan tersebut, para wartawan mewawancarai langsung Ketua Umum ARM di salah satu rumah makan khas Sunda di seputaran alun-alun Kota Tasikmalaya.

Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh para wartawan, sebab waktu yang diberikan sangat singkat dikarenakan Ketua Umum ARM bersama rombongan hanya mampir ke rumah makan tersebut sekedar untuk beristirahat dan makan malam sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi pertemuan di salah satu pondok pesantren yang berlokasi di sekitar Singaparna Tasikmalaya pada Sabtu malam (27/07).

Pada kesempatan tersebut, Ketua umum ARM Furqon Mujahid Bangun yang terkenal sangat getol mengungkap beberapa kasus Mega Korupsi di tanah air mengatakan, bahwa maksud dan tujuannya datang ke Tasikmalaya hanya untuk memenuhi undangan dari para Tokoh Masyarakat Tasikmalaya juga dari beberapa Pimpinan Pondok Pesantren di Tasikmalaya.

Disamping itu juga, rencananya ARM akan kembali mengumpulkan data dugaan keterlibatan mantan Bupati Tasikmalaya beserta istrinya atas beberapa kasus korupsi di Kabupaten Tasikmalaya.

Mujahid juga mengungkapkan, jika saat ini ARM telah memiliki data yang sangat akurat tentang adanya dugaan keterlibatan mantan Bupati Tasikmalaya beserta istri pertamanya yang berinisial LM dalam beberapa dugaan tindak Pidana korupsi juga Gratifikasi di Kabupaten Tasikmalaya semasa mantan Bupati tersebut menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

Saat ini kami telah memiliki sebanyak 13 temuan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan Bupati Tasikmalaya beserta istri pertamanya berinisial LM semenjak pertama kali menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya hingga yang bersangkutan menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, tutur Mujahid disela-sela pemaparannya kepada para awak media yang hadir dan ikut makan bersama tim rombongan Ketua Umum ARM tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Mujahid juga menyampaikan beberapa kasus dugaan keterlibatan istri pertama mantan Bupati Tasikmalaya berinisial LM diantaranya:

– Gratifikasi proyek pengadaan meubeuler yang dilaksanakan oleh CV Mitra berupa sebuah mobil Honda Freed juga sejumlah kwitansi pengeluaran anggaran dana dari CV Mitra untuk Saudari LM (datanya telah lengkap).

Jika Gratifikasi yang langsung ditujukan buat mantan Bupati Tasikmalaya sangat banyak sekali. Ada beberapa buah mobil dan pembelian barang yang diperuntukkan bagi pesantren dan yayasan yang dikuasai oleh mantan Bupati tersebut.

Semua datanya itu sudah lengkap dan ada pada kami, tegas Mujahid sambil menunjukkan bundelan tebal yang berisikan copy kwitansi dan copy rekening beberapa buah bank yang telah dilegalisir asli kepada para awak media.

– Dugaan keterlibatan saudari LM dalam kasus bobolnya anggaran kegiatan Bansos. Dalam hal ini, diduga kuat LM bertindak sebagai Pengepul Proposal melalui orang-orang kepercayaannya. Bahkan diduga tidak sedikit proposal tersebut yang fiktif alias siluman. Hal ini terungkap ketika ARM menugaskan tim nya untuk mengecek lokasi sesuai proposal yang diajukan ternyata alamat tersebut tidak ditemukan, jika pun ditemukan nama lembaga yang ada tidak sesuai dengan proposal yang diajukan oleh orang-orang suruhan saudari LM.

Dugaan keterlibatan LM atas kasus dugaan penyalahgunaan anggaran yang seharusnya diperuntukkan untuk kegiatan Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya.

Dugaan keterlibatan LM atas dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran untuk kegiatan PKK se-Kabupaten Tasikmalaya. 

” Semua yang saya sampaikan di atas tersebut saat ini datanya sebagian besar telah ada pada kami tinggal ditindaklanjuti ke ranah hukum saja, jelas Ketua Umum ARM tersebut.”

Selanjutnya, Mujahid juga menjelaskan, bahwa kegiatan menghadiri undangan dari para tokoh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya serta dari para Pengasuh Pondok Pesantren tersebut ada kaitannya dengan pemberitaan dari berbagai media masa cetak dan elektronik beberapa hari yang lalu tentang kiprah ARM dalam membongkar adanya dugaan keterlibatan mantan Bupati Tasikmalaya atas maraknya kasus korupsi selama kepemimpinannya.

” Perlu saya sampaikan juga ke rekan-rekan media, bahwa saat ini ARM mendapat dukungan penuh dari para tokoh masyarakat juga para alim ulama serta para pengasuh pondok pesantren yang berada Kabupaten Tasikmalaya. Terlebih menjelang Pilkada Bupati Tasikmalaya yang akan digelar dalam waktu dekat ini, jangan sampai masyarakat Tasikmalaya kembali kecolongan dengan figur pemimpin yang akan maju dalam event tersebut. Dan kami berjanji akan mengungkap semua kebobrokan salah satu kandidat calon yang konon akan maju pada Pilkada Bupati Tasikmalaya, jangan sampai ada koruptor atau orang yang memiliki catatan negatif lolos menjadi Calon Bupati Tasikmalaya yang akan datang,” jelas Mujahid.

Mujahid juga mengakui, bahwa ARM telah beberapa kali dihubungi oleh beberapa orang yang mengaku sengaja diutus oleh mantan Bupati Tasikmalaya, juga utusan dari istri mantan Bupati Tasimalaya guna melakukan mediasi terhadap ARM agar apa yang selama ini sedang dibongkar dan diungkap oleh ARM bisa diredam dan dihentikan. Namun upaya mediasi tersebut gagal total sebab ditolak oleh Ketua Umum ARM secara tegas, ternyata upaya mediasi yang dilakukan oleh utusan mantan bupati dan utusan dari istri pertama mantan Bupati Tasikmalaya berinisial LM tersebut tidak menggoyahkan semangat dari para Penggiat Anti Korupsi yang tergabung didalam wadah Konsorsium ARM yang dinakhodai oleh Mujahid tersebut.

Andai saja apa yang kami bongkar dan permasalahkan tersebut hanya isapan jempol belaka, mana mungkin mereka seperti kebakaran jenggot lalu berusaha untuk melakukan mediasi dengan kami. ini menandakan jika apa yang kami ungkapkan tersebut besar kemungkinan benar adanya dan mungkin mereka juga merasa melakukannya hingga mereka ketakutan yang luar biasa hingga mengutus beberapa orang untuk mediasi dengan kami ungkap mujahid sambil berkelakar dengan para wartawan dan para awak media yang hadir.

Ketika salah seorang wartawan menanyakan langsung kepada Ketua Umum ARM tentang langkah apa yang akan dilakukan setelah semua data terkumpul serta setelah mendapatkan dukungan penuh dari para Tokoh Masyarakat Tasikmalaya juga para Alim Ulama Kabupaten Tasikmalaya?. Mujahid menjawab, bahwa ARM dalam waktu dekat ini akan melaksanakan acara “Bedah Kasus” terlebih dahulu di Bandung dan akan mendatangkan beberapa Pakar Hukum Pidana Nasional, Tokoh Nasional juga para Tokoh Penggiat Anti Korupsi Nasional.

Kami juga saat ini sedang mengupayakan agar bedah kasus tersebut bisa ditindaklanjuti di dalam acara ILC yang di nakhodai oleh Presiden ILC Karni Ilyas di salah satu TV swasta nasional. Tapi kami tidak janji ya, yang pasti kami sedang mengupayakan agar bisa dibahas didalam acara ILC, tegas Mujahid.

Selanjutnya, hasil dari bedah kasus tersebut, kesimpulannya baru akan kami serahkan dan laporkan semua temuan itu ke KPK yang akan kami tembuskan juga ke Presiden dan Ketua DPR-RI tegas mujahid sambil bersiap-siap melanjutkan perjalanan menuju acara pertemuan tertutup di salah satu pondok pesantren yang berlokasi di Singaparna dengan beberapa Tokoh Masyarakat Tasikmalaya juga dengan beberapa Pengasuh pondok pesantren di Tasikmalaya yang telah menunggu kedatangan rombongan Ketua Umum ARM tersebut.

Yang pasti, kami dari ARM dan beberapa LSM penggiat anti korupsi memohon dukungan dari rekan-rekan media juga agar apa yang sedang kita perjuangkan saat ini bisa berjalan dengan lancar dan kebusukan tersebut dapat segera terbongkar, ungkap Mujahid menutup pembicaraan dengan para awak media juga wartawan pada kesempatan tersebut.

Dihubungi JayantaraNews.com, Senin (29/7/19), melalui pesan WhatsApp-nya, Pukul 16.30 WIB, Ketua Umum ARM Furqon Mujahid mengatakan,” Kita akan angkat terus kasusnya, karena sudah banyak para ulama dan ponpes yang jadi korbannya,” tegasnya.

Diketahui juga, bahwa saat ini Ketua Umum ARM sedang menggalang kekuatan dari berbagai lembaga LSM Penggiat Anti Korupsi, baik tingkat Jawa Barat maupun Tingkat Nasional.

Hal ini dikarenakan ada bahasa yang bersifat tantangan dari istri mantan Bupati Tasikmalaya yang berinisial LM yang mengatakan,” Jangankan hanya ARM, seribu lembaga sekali pun ngga akan berpengaruh ke saya maupun ke jabatan suami saya saat ini. Silahkan saja dimuat di seribu media, ngga ada pengaruhnya,” kata istri mantan Bupati Tasikmalaya tersebut ke salah seorang rekan dari Ketua Umum ARM tersebut.

” Di sinilah, ARM dan para aktivis Penggiat Anti Korupsi Nasional akan benar-benar menyikapi tantangan dari LM itu,” pungkas Furqon Mujahid Bangun, melalui JayantaraNews.com.

Sementara itu, guna mengklarifikasi pemberitaan, JayantaraNews.com mencoba menghubungi mantan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya, pada Senin (29/7) pukul 16.30 WIB, sampai berita ini diturunkan, Uu Ruzhanul Ulum belum memberikan jawaban. (Tim)

BERSAMBUNG…!!!