Kejati Tetapkan 3 TSK Dugaan Korupsi Proyek PDAM Tirta Tarum, Andri Kurniawan: Kemungkinan Masih Bisa Berkembang

IMG-20190723-WA0034

JayantaraNews.com, Karawang

Setelah sekian lama proses hukum soal dugaan korupsi proyek uprating Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pada Cabang Telukjambe Karawang tidak terdengar kabarnya, kali ini informasi mengejutkan datang langsung dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar). Dimana pihak Kejati Jabar telah menginformasikan, bahwa sudah ditetapkan 3 nama tersangka atas dugaan korupsi proyek uprating PDAM Tirta Tarum Karawang.

Proyek yang diluncurkan dalam APBD Perubahan Tahun 2015 itu, dinyatakan tidak melalui proses studi kelayakan (feasibility study). Sehingga terkesan hanya memaksakan satu pilihan kegiatan, yakni optimalisasi IPA eksisting dari desain 50 lt/detik menjadi 150 lt/detik.

Terdapat dugaan pelanggaran lain yang dilakukan dalam proses pengadaan barang/jasa. PDAM Tirta Tarum telah melanggar aturannya sendiri, yakni peraturan Direksi Nomor 690/PER.137A/2012 dengan tidak menunjuk unsur dari luar PDAM yang dipandang ahli, sehingga berpotensi dikerjakan asal-asalan.

Di tempat terpisah, salah seorang Pemerhati Politik dan Pemerintahan Andri Kurniawan, yang sejak awal intensif mengawal perkara dugaan korupsi di tubuh BUMD Karawang itu berpendapat,” Kami sebagai masyarakat Karawang mengucapkan banyak terimakasih kepada Kejati Jabar, dan kami apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Kejati Jabar yang telah menuntaskan perkara yang menjadi atensi masyarakat Karawang sejak lama ini.”

” Walau pun perkara ini terbilang lama, dan tidak sedikit pula yang pesimis kalau perkara ini tidak akan tuntas, tapi sejak awal saya meyakini kompetensi serta kredibilitas penyidik dan pimpinan Kejati Jabar,” kata Andri Kurniawan, ditemui JayantaraNews.com, Selasa (23/7) di kediamannya.

” Saya berharap, perkara dugaan korupsi ini tidak berhenti di 3 orang tersangka saja. Karena tidak menutup kemungkinan masih bisa berkembang? Semoga saja Kejati Jabar dapat mendalaminya lagi, dan untuk 3 tersangka, kalau sekiranya ada aliran dana ke pihak lain, sebaiknya dibuka saja kepada penyidik, selama itu memenuhi unsur formil dan materil,” tandas Pemerhati Politik dan Pemerintahan Kabupaten Karawang, Andri Kurniawan. (001)