Politisi Muda PDI-P NTB ‘Rof’il Khaeruddin’: 2019, Momentum Bagi Pemuda

IMG-20190719-WA0161

JayantaraNews.com, Mataram

IMG-20190719-WA0160

Politisi Muda DPD PDI Perjuangan NTB Rof’il Khaeruddin, MA (Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) bersama Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rahmat Hidayat

Politisi Muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Nusa Tenggara Barat (NTB), Rof’il Khaeruddin, MA, mengajak para pemuda (milenial) ambil bagian dalam proses politik dan tidak apatis, sehingga tidak terjerumus dalam proses politik pragmatis.

Kini sudah saatnya pemuda (milenial) turut ambil peran penting dalam membangun daerah melalui jalur politik, tentunya kita harus belajar dan berproses sehingga matang dalam perjuangan serta pengabdian di tengah masyarakat melalui partai politik (parpol), ujar Rof’il Khaeruddin, MA saat dikonfirmasi JayantaraNews.com, Jum’at (19/7).

Dan pada saat Konferensi Cabang dan Konferensi Daerah PDI Perjuangan se Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Rabu (17/7), telah ditetapkan dan terpilih struktural pengurus baru dan nakhoda baru partai, baik tingkat Pengurus DPC kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, yakni DPD PDI Perjuangan NTB juga telah menetapkan jajaran pengurus partai masa jabatan 2019-2024.

” Allhamdulillah, saya patut apresiasi karena dipercaya serta diamanahkan oleh Pimpinan DPD PDI Perjuangan NTB untuk masuk distruktural jajaran pengurus sebagai Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPD PDI Perjuangan NTB,” ungkapnya.

Bahkan, ia termasuk paling muda (milenial) di antara semua pengurus DPD PDI Perjuangan yang ada saat ini. Pasalnya, Rof’il Khaeruddin, MA merupakan salah satu alumni Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan jurusan Politik Pendidikan. Dan ia cukup terbilang matang dalam menentukan arah kebijakan politik sehingga politisi muda PDI Perjuangan tersebut bisa diberikan kepercayaan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan H Rahmat Hidayat untuk masuk di struktural pengurus partai.

Lanjut, politisi muda PDI Perjuangan Rof’il mengungkapkan, bahwa adanya keterwakilan cendikiawan muda muslim dalam keterlibatannya ke partai politik (parpol) untuk memberikan spirit perjuangan dengan asas Pancasila dan nilai kebangsaan.

Untuk diketahui juga, bahwa tidak selamanya politik itu dipandang sebelah mata (kotor, kecurangan dll), namun dengan kehadiran ia sebagai salah satu pemuda (milenial), ingin memudarkan serta menghilangkan stigma negatif tersebut terhadap pandangan politik, ucapnya.

” Saya bergabung dan berlabuh ke PDI Perjuangan NTB bukan hanya asal asalan saja, namun penuh pertimbangan,” tegasnya.

Bahkan, PDI Perjuangan adalah salah satu partai politik yang senantiasa selalu menjaga keutuhan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan. ” Saya sebagai salah satu alumni S2 Magistar UIN Syarif Hidayatullah, yang notebena dimana agama sangat memahami betul korelasi antara nilai-nilai Pancasila. Dan nilai-nilai keIslaman, terutama Islam di Indonesia (Islam Nusantara),” Dengan demikian, PDI Perjuangan tempat saya akan belajar dan berlabuh untuk mempertahankan dua dimensi nilai-nilai Pancasila yang terintegrasi dengan nilai Islam Universal,” tutupnya. (Zi JN)