Sinergitas BNNK Mataram & Kodim 1606/Lobar, Sosialisasikan P4GN & Wilayah Bersinar

IMG-20190710-WA0154

JayantaraNews.com, Mataram

IMG-20190710-WA0155

TNI dalam mempertahankan kedaulatan NKRI secara fisik, tetap dinyatakan siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Namun yang lebih berbahaya, adalah serangan dari dalam wilayah NKRI dalam bentuk Terorisme dan Pengaruh Narkoba. Bahkan narkoba dapat menyerang siapa saja melalui pengaruh candunya dalam menguasai mental setiap orang.

Bukan hanya aparat negara, namun masyarakat sipil khususnya generasi muda, sangat rentan terhadap pengaruh narkoba yang dapat menghancurkan tatanan kehidupan dalam sebuah negara.

Untuk itu, Kodim 1606/Lobar secara rutin setiap 3 bulan tetap melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya melalui tes urin yang bekerjasama dengan BNN Mataram.

Selain tes urin, juga diberikan penyuluhan dan sosialisasi dalam P4GN yang dipandu langsung oleh Kepala BNN Mataram Nur Achmat, dan Perwira Penghubung Lombok Barat Mayor Inf R Sugondo, yang dimandatkan untuk mewakili Dandim 1606/Lobar Letkol Czi, Djoko Rahmanto, SE, yang dalam arahannya menyampaikan, bahwa serangan pengaruh narkoba tersebut tidak pandang bulu, hampir sama bahayanya dengan terorisme, Senin (8/7).

“ Bahaya narkoba tidak pilih bulu, bukan hanya warga sipil yang menjadi sasaran, tetapi anggota TNI maupun aparat yang lainnya juga tidak menutup kemungkinan terserang pengaruh narkoba. Untuk Itu, harus terus diawasi dan dicek melalui tes urin secara rutin dan berkesinambungan agar tidak kecolongan,” ujarnya.

Selain itu dipaparkan juga tentang sejumlah undang-undang, serta pasal-pasal tentang sanksi bagi anggota yang ketahuan terlibat narkoba. ” Sanksi tegas dan berat akan dikenakan terhadap anggota yang terlibat narkoba. Jangankan menjadi pengedar, ketahuan urinnya terbukti positif narkoba saja, wajib kena sanksi berupa pemberhentian dengan tidak hormat,” tegas perwira yang dituakan di jajaran para perwira Makodim 1606/Lobar tersebut.

Kepala BNN Mataram Nur Achmat, sebagai penyaji materi utama, dalam paparannya menjelaskan tentang sejumlah modus operandi transaksi dan pengedaran narkoba di kalangan masyarakat, dan lebih dikhususkan lagi di kalangan pelajar.

Disamping itu juga disampaikan, tentang berbagai jenis narkoba, unsur kandungannya, efek dan reaksinya agar lebih dipahami oleh para Babinsa yang terjun langsung di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, sejumlah pasal dan undang-undang tentang larangan dan bahaya narkoba disampaikan secara rinci sebagai pegangan dalam pengawasan narkoba di wilayah teritorial masing-masing Koramil, dan hingga acara berakhir, tak satupun anggota Kodim 1606/Lobar terbukti positif narkoba dalam hasil uji tes urin yang juga berlangsung secara bersamaan.

Sementara itu, secara terpisah, saat dikonfirmasi media, Kepala BNN Mataram Nur Achmat mengungkapkan, bahwa kegiatan sosialisasi P4GN, yang dilanjutkan dengan uji tes urin para prajurit Kodim 1606/Lobar, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali.

“ Kami diundang oleh Dandim 1606/Lobar, untuk melakukan sosialisasi P4GN dan sekaligus melakukan tes urine bagi anggota kodim 1606/Lobar,” ucapnya.

Pelaksananaan kali ini, kami khusus menginformasikan kepada para Perwira, Bintara dan Tamtama jajaran Kodim 1606/Lobar terkait dengan program Kelurahan dan Desa yang BERSINAR (Bersih Narkoba).

Bersih Narkotika ini merupakan tindak lanjut dari INPRES NO 6 TAHUN 2018, tentang Rencana Aksi Pencegahan  dan Pemberantasan Penyalah Gunaan serta peredaran gelap Narkotika,” jelasnya.

Disampaikannya juga, bahwa di NTB ada 10 kelurahan dan desa Bersinar yang telah di SK kan Gubernur.

Kota Mataram yang telah menerima SK Bersinar adalah wilayah Kelurahan PagutanTimur. Sejumlah kegiatan pelatihan para relawan serta sosialisasi terbuka telah digelarnyaserta launching pencanangan dalam kesempatan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional  yang digelar pada tanggal 26 Juni 2018 lalu. (Zi JN)