Loading...

RSUD Cicalengka Akan Layani Pasien Sepesialis Hemodialisa

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Dalam rangka peningkatan pelayanan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka Kabupeten Bandung, berencana membuka pelayanan sepesialis bagi pasien gagal ginjal (Hemodialisa).

Rencana tersebut sedang dalam proses persiapan ruang dan alat Hemodialisa, Kamis 22/8/2019.

Menurut Dr A Yani, melalui Suhara Humas RSUD Cicalengka menuturkan,” Rencana pembukaan pelayanan spesialis pasien gagal ginjal, merupakan hasil perencanaan Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak ketiga, serta dilengkapi dokter ahli. Namun hari ini masih dalam proses perizinan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Untuk rencana pelaksanaan, bulan September tahun 2019 ditargetkan sudah dapat beroperasi, ungkap Suhara kepada JayantaraNews.com.

Sebagaimana diketahui, bahwa pengobatan Hemodialisa untuk mengobati sepesialis pasien gagal ginjal, dimana di RSUD Cicalengka akan dioperasikan di tahun ini, sehingga untuk pasien gagal ginjal atau untuk pasien yang memerlukan pelayanan cuci darah di RSUD sudah dapat melayani pasien tersebut.

” Pengobatan Hemodialisa adalah terapi cuci darah di luar tubuh untuk seseorang yang ginjalnya tidak bekerja secara normal. Didukung kerjasama tim yang beranggotakan dokter spesialis penyakit dalam, dokter nefrologi, dokter umum yang bersertifikasi HD, serta perawat yang terampil, mahir dan bersertifikat. Layanan Hemodialisa mampu memberikan kenyamanan dan keamanan untuk pasien selama menjalani terapi ini di rumah sakit,” jelasnya.

Ginjal yang sehat membersihkan darah anda. Ginjal juga membentuk zat-zat yang menjaga tubuh untuk tetap sehat. Hemodialisa menggantikan beberapa manfaat dari ginjal ketika ginjal sudah tidak lagi bekerja. Hemodialisa dibutuhkan ketika ginjal tidak lagi dapat bekerja dengan baik, sehingga tubuh memiliki zat-zat yang seharusnya sudah dibuang dari darah atau cairan tubuh. Kondisi ini biasanya membuat pasien mengalami gejala seperti mual, muntah-muntah, pembengkakan, hingga lemah dan lesu. Namun, gejala tersebut tidak selalu muncul, paparnya.

Mesin berperan sebagai ginjal artifisial (ginjal buatan) yang digunakan untuk membersihkan darah. Untuk melakukan hemodialisa, dokter perlu membuat akses atau jalan masuk ke pembuluh darah pasien, biasanya pada bagian tangan. Di dalam mesin ini terdapat bagian-bagian yang bertugas menyaring darah pasien.

Hemodialisa dapat menyingkirkan zat-zat kotor/limbah, garam, serta air berlebih yang berada di darah pasien. Selain itu, beberapa zat-zat kimia dalam tubuh juga dijaga keseimbangannya dan menjaga tekanan darah.

Terapi ini bisa dilakukan tiga hingga empat kali dalam satu minggu. Banyaknya terapi ini dibutuhkan oleh pasien tergantung pada seberapa baik ginjal bekerja, seberapa banyak cairan yang anda dapatkan di antara tiap terapi, seberapa berat badan anda, seberapa banyak zat kotor berada di darah anda, serta tipe alat hemodialisa yang digunakan. Dokter akan memberikan pasien penjelasan tentang berapa banyak cuci darah yang perlu pasien lakukan dalam satu minggu.

Oleh karena itu, untuk sarana dan prasarana alat pelayanan sepesialis pasien Hemodialisa rumah sakit akan menyiapkan 30 mesin, yang baru tersedia 10 mesin, tetapi sudah semua sarana sudah lengkap, dan RSUD Cicalengka akan melaksanakan launching pelayanan Hemodialisa pada di akhir bulan Agustus 2019, pungaksnya. (Jafar)