Cekcok Hutang Piutang, Seorang Adik Tega Bakar Abang Kandungnya Sendiri

Foto: Tersangka saat diamankan Timsus Gurita Polres Tanjungbalai

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Emosi karena hutangnya tidak kunjung dibayar, seorang pedagang ikan tega membakar abang kandungnya sendiri.

Tersangka (Muhammad Aidil) alias Amat KK (40), warga Pasar Baru, Tanjungbalai diringkus di sebuah rumah di Jalan DI Panjaitan Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai, pada Senin (26/8/2019) sekira pukul 10.00 WIB.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai kepada wartawan mengatakan, kejadian bermula pada Minggu (25/8/2019) sekira pukul 20.45 WIB.

Saat itu, Tersangka sedang berada di warung tuak daerah Pasiran Kota Tanjungbalai, dan   menelepon korban (Mustafa  Kamaluddin) yang merupakan abang kandungnya sendiri, dengan maksud untuk meminta hutang pembelian udang swallow, yang belum dilunasi oleh korban, ujar AKBP Irfan Rifai.

” Nah, korban pun kemudian menyuruh Tersangka untuk datang ke kiosnya. Saat itu Tersangka menduga, bahwa korban akan melunasi hutangnya.”

Selain menelepon korban, Tersangka juga menelepon saksi (Jamaluddin/abang kandung tersangka juga), dengan tujuan agar abangnya itu menjadi saksi dan memintanya untuk datang ke kios korban, agar korban mau membayar hutangnya.

Setelah bertemu dengan korban, tersangka pun langsung menagih hutangnya, namun hal ini berujung keributan karena  korban malah mempermasalahkan hutang Tersangka sebelumnya pada korban.

Foto: keadaan korban saat di Rumah Sakit Umum Tanjungbalai, kondisi tubuhnya mengalami luka bakar

” Berselang lima menit, cekcok mulut tersebut kemudian datanglah Jamaluddin. Nah, dengan datangnya Jamaluddin, Tersangka berharap agar kakak kandungnya dapat menasehati korban agar korban mau membayar hutangnya.”

Ternyata perkiraan Tersangka meleset, karena Jamaluddin terkesan membela korban. Karena merasa emosi, Tersangka  lantas mengambil kemasan aqua ukuran sedang berisi minyak pertalite dari kantung depan scooter matic miliknya dan menyiramkan minyak pertalite tersebut ke tubuh korban kemudian membakarnya dan tersangka pun pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan petugas, kata Kapolres, Tersangka mengakui perbuatannya. ” Untuk minyak pertalite itu dibelinya  saat perjalanan menuju ke kios korban.”

Tersangka juga mengatakan, bahwa awalnya dia berniat mau mengisi minyak sepeda motor, namun saat mau membeli minyak, terbersit niatnya untuk menakut-nakuti korban dengan cara mengancam akan membakar kios (kedai) ikannya, bilamana korban tidak jadi membayar hutangnya.

” Maka dari itu, dia tidak mengisi langsung minyak pertalite ke sepeda motornya, melainkan membeli berikut dengan kemasannya lalu membawanya menemui korban, dan saat bertemu itulah ia membakar korban, yang mengakibatkan luka bakar di tubuh korban sekitar 15 persen, dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Lebih lanjut AKBP Irfan Rifai mengatakan, Tersangka ini dengan sengaja melakukan pembakaran yang mengakibatkan bahaya maut kepada orang lain atau penganiayaan berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 ke-2e KUHP subsider Pasal 351 ayat (2) KUHPidana dan terhitung mulai
Selasa 27 Agustus 2019, Tersangka ditahan di RTP Polres Tanjungbalai. (Eko Setiawan)