Loading...

Spesialis Bongkar Ruko & Residivis Curat Diciduk Polres Mataram

JayantaraNews.com, Mataram 

Seorang ‘Spesialis Bongkar Ruko’ yang juga residivis pencurian berinisial SU alias Pardi (40) warga Lingkungan Lendang Lekong Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya Mataram, dilumpuhkan Polisi dengan timah panas di betisnya karena berusaha melawan saat dibekuk pada Rabu (04/09/2019) lalu.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama, S.IK saat dikonfirmasi mengatakan, penangkapan terhadap Pardi berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/K/114/VII/2019/Polres Mataram/Polsek Pagutan, tanggal 15 Juli 2019 yang lalu, dengan TKP di Jl. Sriwijaya No 80 C tepatnya PT Mitra Dana Top Finance Cabang Lombok Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Saat itu, pelaku berjumlah 2 (dua) orang masuk ke dalam TKP dengan cara memanjat bangunan belakang kantor menggunakan tangga kemudian merusak terali ventilasi udara pada lantai (2) dengan menggunakan alat cukit dan tang. Selanjutnya pelaku masuk ke dalam dan turun ke lantai (1) kemudian masuk ke ruang penyimpanan brankas menggergaji/memotong gembok pengunci brankas, ujar Purnama.

Diungkapkan Purnama, pelaku berhasil mengambil barang-barang milik Kantor PT Mitra Dana Top Finance Cabang Lombok, berupa uang tunai Rp 9.558.000 (sembilan juta lima ratus lima puluh delapan ribu rupiah), 10 (sepuluh) buah BPKB sepeda motor, 1 (satu) unit HP XIAOMI Redmi A5 warna putih, 2 (dua) unit HP Samsung Keystone 3 warna hitam, 1 (satu) unit Proyektor SHARP warna putih dan 1 (satu) unit Camera Digital Fuji Film warna merah.

Atas kejadian tersebut, Kantor PT Mitra Dana mengalami kerugian sebesar Rp 84.958.000,- (delapan puluh empat juta sembilan ratus lima puluh delapan ribu rupiah), ungkapnya.

Dikatakan Purnama, berawal dari diamankannya barang bukti berupa Cemera Fuji Film warna merah oleh anggota Satreskrim Polres Mataram pada Rabu (07/8/2019) lalu, dari tangan ipar pelaku berinisial HM alias Hom, kemudian lakukan pengembangan sekaligus pengejaran terhadap Pardi. Namun saat digerebek di dalam rumahnya, Pardi berhasil kabur, ucap Purnama.

Polisi yang mendapat informasi keberadaan sang residivis Curat itu, membuntuti target saat dibonceng temannya keluar dari tempat persembunyiannya. Pelaku dibuntuti dari BTN Sweta, ketika tiba di Jln Sriwijaya Mataram (Depan Fizza Hutz) pelaku langsung dibekuk, namun melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan dengan sebutir peluru yang bersarang di kaki kanannya. Polisi menggeledah badan pelaku dan ditemukan 2 buah cukit, tang dan 1 buah HP Nokia warna hitam yang terselip di balik baju dan saku celana. Selanjutnya pelaku dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. “ Dari keterangan pelaku, mengaku melakukan pencurian TP CURAT di TKP bersama rekannya berinisial AR yang sudah ditangkap oleh anggota Satuan Reskrim pada hari Selasa 30 Juli 2019 terkait kasus pencurian Bobol Ruko Bengkel Motor.”

Dari hasil aksi curat di lokasi tersebut, lanjut Purnama, 10 BPKB hasil curian di TKP Top Finance telah dijual oleh AR ke daerah Bilelando Loteng,
3 buah HP telah dijual oleh SU di daerah Cakranegara, dan 1 HP dijual oleh AR di daerah BTN SWETA. 1 Buah HP Samsung Keystone warna hitam hasil curian di TKP Top Finance telah diberikan ke istrinya, sedangkan uang hasil curian sebesar 9 juta rupiah telah habis dipergunakan untuk membayar hutang dan belanja kebutuhan sehari-hari. “ Saat dibekuk, pelaku mengaku berencana akan melakukan pencurian kembali sehingga membawa cukit dan tang namun keburu tertangkap Polisi,” tegas Purnama.

Untuk diketahui, pelaku Pardi yang merupakan residivis curat dan spesialis bongkar ruko, sudah 6 kali keluar masuk penjara, diantaranya 3 kali ditangani oleh Polsek Mataram, 2 kali ditangani oleh Sat Reskrim Polres Mataram, dan 1 kali ditangani Polsek Pagutan.

Pelaku disangkakan melanggar Pasal 363 Ayat (1) ke- 4e dan ke- 5e KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan secara terus menerus dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Zi JN)