Loading...

Soal Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi: Proses Hukum Harus Berjalan & Ditegakkan!

JayantaraNews.com, Lotim

Gambar Ilustrasi

Sebagaimana ramai diberitakan terkait dugaan penyerangan oleh korban dan dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Polisi yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Daerah NTB, baca berita terkait: Kasta NTB Kecam Terkait Warga Sipil Tewas, Diduga Dianiaya Oknum POLISI – https://www.jayantaranews.com/2019/09/38948/

Tim JayantaraNews.com langsung mendatangi orang tua korban sekaligus diduga sebagai pelaku penyerangan di Satlantas Lotim. Mereka menuturkan,” Kami selaku orang tua korban yang meninggal, tidak merasa keberatan dan tidak melakukan tuntutan terhadap Tim Satlantas, karena masalah ini sudah kami anggap selesai dengan pernyataan damai yang sudah kami tandatangani,” tuturnya.

Lain lagi dengan H Saprudin, sepupu dari ayah yang meninggal. Dirinya merasa keberatan atas meninggalnya keponakannya. Dengan tegas ia mengatakan,” Proses hukum harus berjalan, meskipun sudah diberikan sumbangsih dari Tim Satlantas, tapi hukum harus ditegakkan dan dijalankan, karena nyawa tidak bisa dibayar dengan uang,” tandasnya.

Sementara, terkait dengan Ikhsan, selaku saksi mata di tengah kejadian, sedang dibicarakan dan dipertanyakan oleh warga setempat, karena dari hari Minggu, Ikhsan diketahui belum pernah pulang ke rumah dan seakan menghilang.

Warga beranggapan dan mencurigai, bahwa dengan tidak adanya Ikhsan, apakah dia sudah disogok?, atau memang dia takut pulang dengan masalah ini, sehingga orang tuanya pun sampai saat ini tidak tahu keberadaan anaknya.

Ketika Tim JayantaraNews.com mendatangi kantor desa untuk meminta keterangan, Ki Ahmad, selaku Kepala Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, melalui telepon selularnya mengatakan,” Kami selaku kades di sini selalu mendukung orang tua yang meninggal, karena kami selalu menaruh diri dari tengah dan kami tidak mempunyai hak penuh dalam masalah ini,” terangnya.

Terpisah, dikonfirmasi JayantaraNews.com, Kasat Lantas AKP Ryan Faesal, SE, SIK menjelaskan,” Kejadian awalnya, anggota kami melakukan razia sore di Pancor, dan anggota kami menilang/menahan sepeda motor korban. Sekitar jam 9 malam, korban mendatangi Kantor Satlantas ditemani oleh Ikhsan dan langsung berteriak meminta motornya, sehingga dari salah satu anggota kami menegur dengan sopan, dan korban/pelaku langsung menyerang anggota kami, sehingga anggota kami melakukan perlawanan untuk membela diri. Ketika anggota kami memeriksa pelaku, ternyata pelaku membawa ‘Mata Bor’, dan diduga alat untuk menyerang anggota kami,” katanya.

Berdasarkan kejadian itu, 4 (empat) dari anggota Satlantas Polres Lotim sedang menjalankan pemeriksaan guna pendalaman kasus tersebut.

Kasat Lantas AKP Ryan Faesal mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak mendengarkan pihak sebelah saja, apalagi pihak yang ingin memanfaatkan kejadian ini, pungkasnya. (Lalu)