Loading...

KMB: Kejati Banten Jangan Mandul Usut Kasus Genset RSUD Banten

JayantaraNews.com, Banten 

Keluarga besar LSM, Ormas, Peguron, dan Media yang tergabung dalam Koalisi Mercusuar Banten (KMB) menggelar aksi di depan Kejaksaan Tinggi Banten pada Kamis (12/9).

Aksi unjuk rasa diikuti oleh 36 LSM, 4 Ormas, 3 Peguron, dan 14 Media yang tergabung dalam Koalisi Mercusuar Banten (KMB)

Dalam beberapa orasinya, para Pimpinan LSM dan Ormas yang tergabung dalam Koalisi Mercusuar Banten (KMB) meminta serta mendesak Kejaksaan Tinggi Banten untuk segera menetapkan tersangka baru pada kegiatan pengadaan Genset di RSUD Banten pada tahun 2015, Kejaksaan Tinggi Banten harus berani dan jangan mandul di dalam menegakan supremasi hukum di Provinsi Banten, khususnya di dalam penanganan pengadaan Genset di RSUD Banten serta meminta agar Kejaksaan Tinggi Banten segera meningkatkan status Akhrul Apriyanto, SKM, M.Si (Wakil Direktur RSUD Banten dan Ketua Tim Survey), Sri Mulyati (selaku Kabag Umum, Sekretaris Tim Survey dan Koordinator PPTK), dan Dra Hartati Andarsih, M.Si (selaku PPTK dan anggota Tim Survey) yang sebelumnya statusnya masih sebagai saksi.

Saat memberikan tanggapannya di depan ratusan pengunjuk rasa
perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Banten mengatakan, bahwa penanganan mengenai kasus pengadaan genset jilid 2 di RSUD Banten menjadi skala prioritas Kejaksaan Tinggi Banten namun perlu waktu untuk melakukan pengungkapannya.

Perlu untuk diketahui, bahwa berdasarkan amar putusan Nomor : 29/Pid.sus-Tpk/2018/PN.SRG Dan berdasarkan fakta-fakta di dalam persidangan, bahwa sudah ada tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa atas perkara tindak pidana korupsi di dalam pengadaan Genset pada tahun 2015 pada jilid 1, ketiga terdakwa tersebut atas nama Dr drg Sigit Wardojo, M.Kes selaku Plt Direktur RSUD Banten, Endi Suhendi Direktur CV Megah Tehnik/Penyedia Jasa, Dan M Adit Hirda. (Deni Ir/Ely Jaro)