Loading...

Siapapun Bupati & Wabupnya, Guru Honorer KLU Ingin Tetap Nikmati BOSDA

JayantaraNews.com, KLU

Hari pertama di empat bulan ke-dua penerimaan BOSDA (Biaya Operasional Daerah) tahun 2019 yang diperuntukkan bagi Guru Honorer/Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT & PTT) baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta yang ada di Kabupaten Lombok Utara.

Tampak Kepala Dinas Dikpora KLU menyerahkan secara simbolis kepada salah seorang Guru Honorer penerima BOSDA.

BOSDA ini adalah salah satu program pemerintah daerah yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan guru khususnya guru dan pegawai honorer yang ada di Lombok Utara.

Kepala Dikpora KLU Fauzan Puad mengungkapkan,” Anggaran BOSDA bersumber dari APBD KLU 2019 sebesar Rp 2 miliar lebih. Itu langsung diterima oleh mereka, tidak boleh diwakilkan. Masing-masing menerima Rp 250 ribu per bulan untuk empat bulan, sehingga menjadi Rp 1 juta.”

Fauzan Puad menuturkan,” Dalam pembagian BOSDA ini tidak ada pemotongan sama sekali, langsung diterima oleh yang bersangkutan,” ungkapnya.

Besar harapan para guru honorer, agar BOSDA ini bisa dimasukkan ke dalam Perda, sehingga siapapun yang terpilih menjadi bupati/wabup di masa-masa mendatang, para guru honorer ini tetap dapat menikmati BOSDA ini. (Ibrahim)