2 Tahun Berlalu, TPT Ambrol Di Nagrak Cangkuang Dibiarkan Hancur

JayantaraNews.com, Cangkuang

Bermula dari perencanaan dan pengawasan pengerjaan proyek yang diduga asal-asalan, akibatnya biaya dan anggaran negara senilai Rp 70 juta dibuang percuma bagaikan membuang seonggok sampah yang tak berguna.

Jebolnya TPT (Tembok Penahan Tebing) tersebut, sebenarnya sudah beberapa kali dilaporkan warga masyarakat dalam 2 tahun ini, tetapi tak dihiraukan oleh Pemerintahan Desa Nagrak.

TPT tersebut dibangun 2 tahun lalu pada awal tahun 2017, tetapi kondisinya ambrol setelah dibangun dalam kurun waktu setahun lalu. Demikian dikeluhkan warga masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya di Desa Nagrak RW 06 Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, baca:

Setahunan Dibangun, TPT Desa Nagrak Cangkuang AMBROL! Pengerjaan Diduga Asal2an – https://www.jayantaranews.com/2018/05/setahunan-dibangun-tpt-desa-nagrak-cangkuang-ambrol-pengerjaan-diduga-asal2an/

Ambrolnya TPT itu terjadi karena diduga tidak efektif dan tidak efisiennya pengawasan pembangunan di tingkat desa, yang seyogyanya pengawasan tersebut dilakukan secara ketat oleh kecamatan dan oleh lembaga/institusi pengawasan pembangunan Pemerintahan Kabupaten Bandung.

Banyak faktor yang menjadikan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan pada tingkat desa, salah satunya adalah banyak terjadi pengerjaan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan RAB perencanaan yang sebelumnya diajukan. Alhasil, manipulasi LPJ pun disiasati seperti sebuah permainan teka teki silang.

Laporan Pertanggungjawaban seolah hanya dijadikan formalitas belaka bagi pelaksana pembangunan di desa-desa termasuk pemerintahan desa itu sendiri.

Menyikapi banyaknya dugaan tindak penyalahgunaan anggaran pada pembangunan desa ini, seharusnya BPK (Badan Pengawas Keuangan) pemerintahan daerah ambil sikap tegas untuk mengaudit kucuran Dana Desa (DD) kepada desa-desa yang terindikasi adanya penyimpangan, berdasarkan laporan dan keluhan masyarakat yang disampaikan kepada media pemberitaan, agar terlaksananya sebuah pemerataan pembangunan yang terbebas dari KKN.

Melanjutkan soal TPT…, atas kondisi ini, warga masyarakat sekitar pun menjadi khawatir dan was-was dengan kondisi TPT yang ambrol tersebut dapat berakibat kepada adanya bencana yang mengakibatkan korban kepada warga sekitar.

Warga kembali mengingatkan agar pemerintahan desa segera melakukan perbaikan TPT tersebut sebelum terjadinya korban dan bencana di lingkungan ini, sebagaimana diutarakan sekelompok warga yang berhasil Tim JayantaraNewa.com diwawancarai.

Dana Bantuan Bencana dari provinsi yang diajukan untuk pembangunan TPT (Tembok Penahan Tebing) di RW 06 Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang ini turun pada awal tahun 2017, dan pengerjaannya pun dilakukan di awal tahun tersebut. Bantuan yang diajukan untuk pengerjaan TPT dengan volume sekitar 50 meter ini disetujui senilai Rp 70 Jutaan.

Mengacu kepada Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (“UU 24 Tahun 2007”).

Bencana berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU 24 Tahun 2007 adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Pada dasarnya, dana penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dimana pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga mendorong partisipasi masyarakat di dalamnya, sebagaimana disebut dalam Pasal 60 angka (1) dan (2) UU 24 Tahun 2007. (Yana Sangar)