Yudi Nurul Ihsan & Perwakilan Irlandia: Tingkatkan Kualitas SDM Via Kolaborasi & Inovasi

JayantaraNews.com, Bandung

Dekan FPIK (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) Unpad, Dr.sc.agr. Yudi Nurul Ihsan, M.Si, usai menggelar kuliah umum di Aula Gedung 2 FPIK, Kampus Jatinangor, Selasa (24/9/2019), kembali menekankan pentingnya penduduk di negara kepulauan terbesar di dunia yaitu Indonesia,  menyadari dan mempraktikan pola hidup yang berbasis – kerap menjaga potensi kemaritiman secara berkelanjutan (sustainability), termasuk bagaimana memposisikan negara kita dalam konteks pergaulan internasional.

“ Kita sudah bukan lagi hanya menjadi masyarakat lokal, tetapi sudah menjadi bagian dari global citizen. Artinya, potensi kita di sektor perikanan dan kelautan, harus diolah melalui tindakan bersifat inovatif dan kolaboratif, dengan negara lain. Termasuk, dengan ilmuwan dari Irlandia ini,” paparnya sambil menekankan – “ Bahkan, kita melakukan kolaborasi dan inovasi dengan ilmuwan China, Vietnam, dan se Asia Pacific pun pernah. Ini kan sesuai moto Pak Presiden di periode ke-2, SDM Unggul, Indonesia maju!.”

Pada pihak lain, dua ‘dosen’ tamu dari FPIK Unpad, masing-masing Carol Staunton Wakil Duta Besar Irlandia untuk Indonesia yang membawakan tajuk kuliah Ireland – ASEAN Connectivity, dan rekannya dosen di National Maritime College of Ireland, Cork Institute of Technology, Capt. Sinéad Reen, memaparkan tajuk Role of Marine Science in Marine Resources Sustainability, tampak bersinergi prinsip keberlanjutan dalam mengolah potensi perikanan dan kelautan di antara kedua Negara – wajib dijalankan !

Kontrol Kondisi Maritim

Pantauan redaksi, tampak puluhan mahasiswa yang juga berasal dari FPIK Unpad, secara interaktif berlangsungnya proses tanya-jawab dalam suasana kondusif. Faktanya, dua nara sumber asal negeri Irlandia ini secara bergiliran menjawab pertanyaan hadirin seputar: bagaimana meningkatkan kesadaran kontrol terhadap kondisi maritim kita, pelajaran penting apakah yang bisa ditularkan dari Irlandia sebagai negara maritim di Eropa ke Indonesia? Bahasan soal penanganan sampah plastik, pemanasan global, kemajuan teknologi kemaritiman, dan kemungkinan pertukaran ilmuwan serta mahasiswa di antara kedua negara di masa mendatang.

Sementara itu, Dr. Ir Rita Rostika, MP yang tercatat sebagai anggota Laboratorium Teknologi dan Perikanan Budidaya (TMPB) FPIK Unpad kepada redaksi menyatakan rasa syukur bahwa kuliah ini telah berlangsung dengan baik.

“ Tadi kita lihat para dosen dan mahasiswa dari berbagai dan bahkan lintas fakultas, melakukan interaksi dengan baik bersama kedua nara sumber. Kegiatan semacam ini tentu akan dilakukan rutin, demi meningkatkan wawasan di antara sivitas kampus,“ tutupnya. (Harri Safiari)