Loading...

LIA ECoFest 2019, Hendardji Soepandji: Bangga, 19 Negara Kembangkan Bahasa Indonesia

JayantaraNews.com, Bandung  

Mayjen TNI (Purn) Drs Hendardji Soepandji, SH, selaku Ketua Pengurus Yayasan LIA saat membuka ajang LIA English Competition and Festival 2019 (LIA ECoFest 2019), yang digelar selama dua hari, (29-30/9/2019), di Kota Bandung, menurutnya kegiatan ini sangatlah membanggakan: Selain bagi dirinya, juga bagi lembaga yang dipimpinnya.

“ Ajang ini diiikuti 27 peserta dari 19 negara, mereka ini mempraktikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, berharap bahasa kita menjadi bahasa ke-7 ditingkat internasional. Sesungguhnya, hal ini telah lama kita perjuangkan,” kata Hendardji Soepandji.

Tegasnya, Hendardji Soepandji mengucapkan hal di atas kala membuka secara resmi LIA ECoFest 2019, Minggu, (29/9/2019), di area belakang Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung.

Tampak hadir dalam kegiatan ini; Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) KLHK Helmi Basalamah.

“ Terima kasih kepada Lemhanas yang telah membantu Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris LIA mendatangkan perwakilan negara lain untuk terlibat dalam LIA ECoFest 2019,” ucap Hendardji Soepandji saat mengawali sambutannya.

Lebih jauh menurut Hendardji Soepandji, kini tercatat ada 18 provinsi di Indonesia yang diwakili dalam kegiatan LIA ECoFest 2019,“ Selain itu, Yayasan LIA dalam kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemprov Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bandung,” ujarnya sambil menambahkan – “ Kemitraan ini merupakan langkah yang tepat.”

“ LIA ECoFest 2019 adalah pintu gerbang dalam menyebarkan isu-isu penting lingkungan hidup,” kata Hendardji Soepandji dengan menekankan – “ Bahkan, kegiatan ini diikuti 400 siswa TK, SD, SMP, dan SMA.”

Bahasa Dunia

Pantauan redaksi dalam kegiatan LIA ECoFest 2019, sedikitnya ada 10 negara mengikuti kompetisi Bahasa Indonesia.  “ LIA hingga saat ini telah mendidik orang-orang dari 21 negara untuk belajar Bahasa Indonesia,” kata Hendardji Soepandji.

“ LIA yang sudah berusia 60 tahun saat ini sedang memperjuangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia ke tujuh,” tambahnya dengan berharap – “ Semoga Bahasa Indonesia ke depan menjadi bahasa dunia.”

Melalui Bahasa, Mengharumkan Bangsa

Sekedar info, LIA kini dikenal sebagai lembaga pendidikan Bahasa Inggris yang telah berpengalaman dalam pengajaran Bahasa Inggris selama 60 tahun. Kini LIA pun dikenal sebagai lembaga pendidikan Bahasa Inggris yang terbesar dengan gerai-gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Khusus pada tahun 2019 ini, LIA bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menyelenggarakan kompetisi bahasa berskala nasional, yakni LIA ECoFest 2019. Kegiatan ini digelar dengan tema khusus berunsurkan ecotourism – “Kesadaran dan Kepedulian Generasi Muda Terhadap Lingkungan Hidup Untuk Indonesia Yang Lebih Berkelanjutan”.

Yang khas dalam LIA ECoFest 2019 ini diselenggarakan ajang kompetisi Bahasa Inggris, pesertanya kurang lebih 400 siswa-siswi pelajar, dari mulai tingkat SD-SMA maupun umum dari seluruh Indonesia.

Rangkaian kegiatan kompetisi ini terdiri dari Show & Tell, Story Telling, Pecha Kucha, dan Debate, yang dimeriahkan juga oleh Festival Internasional dan Lomba Presentasi Bahasa Indonesia oleh penutur asing.

Terpilihnya Kota Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi ini, selain karena dikenal sebagai salah satu kota metropolitan, Bandung pun dikenal sebagai kota pendidikan – sehingga dirasakan tepat bagi pelaksanaan ajang kompetisi bahasa Inggris berskala nasional.

Tujuan umum penyelengaraan kompetisi ini, para peserta dapat menggali potensi, menunjukkan dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam menggunakan Bahasa Inggris. Lainnya, para peserta diharapkan dapat menjadi teladan yang baik dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, serta yang terpenting adalah sebagai wujud tanggung jawab LIA dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Diharapkan, penyelenggaraan kompetisi ini membuka peluang yang besar bagi generasi muda khususnya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, sehingga dapat bersaing dan menjadi bagian uttuh dari masyarakat global, sebagai duta untuk memperkenalkan kekayaan dan keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. (Harri Safiari)