Loading...

Kepala SDN Cikopo 2 Salahi Aturan Spek Pembangunan, Disdik & Inspektorat Kab Bandung Seakan Diam!

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Pembangunan sanitasi air bersih yang diterima oleh sekolah penerima manfaat, selain untuk sarana air bersih dan toilet siswa, namun diharapkan agar siswa tidak mengalami antrian dalam buang air kecil.

Namun yang terjadi di Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Ciparay Kecamatan Ciparay, justru tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Hal ini terbukti, yang seharusnya bangunan toilet atau WC siswa adalah bangunan baru, namun ternyata untuk SDN Cikopo 2 malah digunakan untuk rehabilitasi WC yang sudah ada.

“Seharusnya menjadi pelanggaran berat dan diduga telah mengurangi anggaran”.

Anehnya, baik dari Korwil Pendidikan Kecamatan Ciparay, Disdik dan Inspektorat sendiri, seakan tidak adanya kepedulian. Bahkan diduga, kepala sekolah tersebut tidak diberikan sanksi apapun dari dinas terkait.

Padahal, sesuai dengan spek pembangunan dan anggarannya yang senilai Rp 50 juta itu, adalah untuk pembangunan WC baru, dan bukan rehabilitasi WC yang sudah ada. Diduga, pihak sekolah sudah merubah spek pembangunan yang telah ditentukan, tidak sesuai dengan proposal ajuan, dan telah melanggar MoU.

Selain itu juga, dalam pembangunan perubahan, Kepala SDN Cikopo tidak melampiri berita acara perubahan dan juga tidak memberitahukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.

Saat dihubungi JayantaraNews.com, Korwil Pendidikan Kecamatan Ciparay (Toha), selalu tidak ada di tempat. Dikatakan oleh salah seorang stafnya,” Bapak sedang tidak ada, sedang keluar ada keperluan. Mungkin ke Soreang ada rapat, Pak,” jelasnya.

Sementara, Kepala SDN Cikopo 2 Nila Kosnilawati, saat dihubungi di sekolahnya pun sama, sedang tak ada di tempat.

Dengan pengalokasian anggaran yang tidak sesuai peruntukannya itu, seakan Disdik hanya memberlakukan pemanggilan saja tanpa ada sanksi berat bagi Kepala SDN Cikopo 2 tersebut.

Diungkapkan Kabid SD Adang Safaat, saat dimintai keterangannya melalui pesan WhatsApp-nya mengatakan,” Saya dari awal sudah mewanti-wanti kepada para sekolah yang mendapatkan bantuan, agar dalam mengerjakan pembangunan harus sesuai dengan aturan. Tapi untuk SDN Cikopo 2, saya sudah memanggilnya dan sudah memberikan arahan, tidak mau tahu harus sesuai dengan juklak dan juknis. Namun nyatanya, kepala sekolah itu tidak bisa diberikan arahan,” jelas Adang.

” Saya akui, itu sudah melanggar, sudah saya panggil dan sudah beres, bahkan banyak media yang telah memberitakannya. Ya untuk Disdik harus bagaimana lagi? Memanggil sudah, dan memberikan arahan lagi sudah, tapi gimana?,” ungkap Adang Safaat, Kabid SD Disdik Kabupaten Bandung.

Pelanggaran berat yang telah dilakukan oleh Kepala SDN Cikopo 2, diduga telah merugikan anggaran APBD. Akan tetapi, hebatnya tidak diberikan sanksi apa-apa baik dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung maupun Inspektorat. Alhasil, sang kepala sekolah masih bebas melenggang. (Asep Setiawan)

BERSAMBUNG…!!!