Aji Mimi Mawarni: Prihatin, Kaltim Daerah Kaya Minus Infrastruktur

Aji Mimi Mawarni, ST, MM

JayantaraNews.com, Jakarta 

Daerah Kalimantan Timur yang merupakan daerah kaya, tapi sampai hari ini minus infrastrukturnya, baik air bersih, jalan, maupun listrik.

Aji Mimi Mawarni, ST, MM, senator dari Kaltim (Komite ll) menjelaskan, bahwa daerah Kabupaten Kutai Kertanegara yang berada di Provinsi Kaltim, kebutuhan air bersihnya sangat memprihatinkan, karena mayoritas masyarakatnya masih belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih.

Perusahaan daerah air minum (PDAM) terutama di daerah pinggiran Kabupaten Kutai Kartanegara, seperti menghadapi buah simalakama. Di satu sisi harus mengejar profit agar perusahaan bisa tetap hidup dan tumbuh, tapi di sisi lain harus mengerjakan proyek air bersih yang tidak ada untungnya demi melayani masyarakat.

Infrastruktur jalan juga masih sangat memprihatinkan. Jarak tempuh antar kecamatan di kabupaten Kutai Kartanegara masih harus ditempuh sampai 6 jam, bahkan kalau ada truk-truk yang lewat dan mengganggu jalanan malah bisa sampai  menginap.

Di daerah pedesaan Kabupaten Kutai Kartanegara juga masih banyak desa-desa yang masih belum dialiri listrik, padahal listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Untuk anggaran infrastruktur, baik untuk jalan, air bersih dan listrik, mestinya besarannya  jangan disamakan dengan di Pulau Jawa, karena geografisnya sangat berbeda. Kalau di Jawa membangun instalasi air bersih dengan panjang satu Km akan lebih murah dan dengan waktu yang singkat, tapi kalau di daerah Kutai Kertanegara bisa menghabiskan biaya yang mahal dan membutuhkan waktu yang lama.

” Kaltim termasuk daerah yang menyumbangkan pendapatan ke pemerintah pusat paling besar di Indonesia, tapi realitasnya hari ini masih minus infrastruktur, itu sangat memprihatinkan. Untuk itu, mestinya dana bagi hasil minimal harus dapat 20%. Dengan bagi hasil 20% infrastruktur di Kaltim akan menjadi maju,” tegas Ani Mimi Mawarni, Kamis, 10/10/2019.

Dia berharap, ke depan pemerintah pusat dan daerah harus selalu bersinergi, agar ketimpangan khususnya di bidang infrastruktur akan bisa di atasi.

Dia sangat setuju mengenai rencana pemindahan ibu kota di Kaltim. Dengan adanya pemindahan ibu kota, tentu infrastruktur di Kaltim akan semakin maju. Perlu diketahui, provinsi Kaltim merupakan paru-paru dunia, maka konsep pembangunan ibu kota yang baru nanti jangan sampai merusak ekosistem, sehingga lingkungan akan tetap terjaga. (Smn)