Loading...

Prihatin, Majalaya Digadang2 Zero Miras & Obat, Nyatanya Gagal!

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Majalaya yang digadang-gadang akan menjadi kota kecamatan yang bebas dari Miras dan obat-obtan terlarang, seakan gagal. Justru malah semakin maraknya pedagang miras di wilayah Majalaya, terkesan adanya pembiaran dari aparat yang berwenang.

Rentetan penjual Miras di wilayah Majalaya seakan bukan lagi hal yang aneh, bahkan kini terlihat terang-terangan tanpa ada rasa takut razia atau diamankan.

Salah satunya di jalan baru Majalaya, dimana terdapatnya jajaran kios yang menjual Miras, bahkan kios dan rumah penjual Miras seakan bebas dari pandangan aparat penegak hukum. Selain itu juga, terdapat penjual obat-obatan yang tidak semestinya dikonsumsi oleh remaja dan anak -anak.

Semua penjual Miras dan penjual obat-obatan berjualan bebas tanpa harus sembunyi-sembunyi lagi.

Tedi, salah seorang warga mengatakan,” Saya merasa prihatin dengan kondisi Majalaya yang kini mulai marak lagi dengan Miras dan obat-obatan. Bahkan, pembelinya pun kebanyakan di bawah umur. Lihat saja, di jalan anyar atau jalan baru, banyak berjajar kios-kios dan rumah menjual Miras, dan anehnya, mereka tidak ada rasa takut dalam menjualnya. Padahal, beberapa bulan yang lalu, di jalan anyar itu, warga telah menggerebek penjual Miras dan pembuatnya, tapi entah bagaimana kelanjutannya yang di jalan anyar Bojong,” ungkapnya.

Selain di jalan anyar, ujar Tedi, juga ada penjual obat-obatan, tepatnya salah satu ruko, atau rumah dengan kios penjualan yang berlokasi di Jalan Raya Majalaya Rancaekek, yang setiap menjelang sore penuh dengan anak di bawah umur sebagai konsumennya.

Jualan obat-obatan berupa Tri-x itu seakan bebas dan leluasa menjualnya walaupun tanpa izin, karena mungkin melihat dari cara berjualannya kios tersebut terlihat seperti warung yang jualan biasa. Namun bila diperhatikan, banyak pembeli di bawah umur, tapi tak terlihat membeli apa-apa di warung tersebut. Yang ada mereka datang, terus masuk, tak lama lemudian kembali lagi.
” Memang jelas, adanya dugaan itu ada, bahkan saya pun melihatnya, seperti warung biasa, namun setelah diperhatikan, setiap yang membeli ke warung itu tidak pernah melihat barang belanjaannya, yang saya lihat hanyalah merogoh saku dan berangkat,” ungkap salah seorang warga Desa Majasetra.

Fatalnya, ada indikasi dan dugaan, bahwa salah satu sekolah di wilayah Majalaya yang banyak siswanya telah menggunakan salah satu tembakau baru, semacam tembakau gorila. ” Ada pengakuan dari siswa, bahkan ada siswa yang berperan sebagai penjual, namun telah dikeluarkan. Anehnya, tidak dilakukan penyelidikan, barang itu dari mana dan asalnya dari siapa?.”

Dugaan ini tertuang dari siswa yang pernah melihat teman-temannya memakai barang tersebut, dan menghisapnya. (Asep Setiawan)